Anugerah Pena Mas Untuk Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

ceknricek.com

PENGURUS PWI Pusat menganugerahkan penghargaan Pena Mas kepada Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc, Jumat pagi (21/9/18) di Aula Gubernur Sumbar, Padang.

Penghargaan Pena Mas adalah penghargaan tertinggi PWI yang diberikan kepada tokoh yang dinilai berjasa dan telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kehidupan pers dan pembangunan kemasyarakatan.
“Penghargaan ini kami berikan setelah meneliti dengan seksama kinerja Gubernur Sumbar yang diusulkan Pengurus PWI Sumatera Barat,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Margiono dalam sambutan pengantar Sidang Pleno PWI Pusat prosesi penganugerahan.
Gubernur Irwan Prayino, 54, biasa disapa Datuak IP, lahir di Yogyakarta , 20 Desember 1963, penerima Anugerah Pena Mas ke-41 PWI sejak acara itu digelar tahun 1976 lalu. Irwan Prayitno adalah akademisi pendidikan, penulis produktif dan politisi Minang kedua yang menerima penghargaan Pena Mas PWI. Sekitar 39 tahun, PWI Pusat pernah juga memberikan penghargaan Pena Mas kepada Gubernur Sumatera Barat Almarhum Ir. Azwar Anas.

Dalam orasinya bertajuk “Minangkabau Dalam Jati Diri Pers Nasional, Irwan Prayitno menyatakan sejak ‘menjabat gubernur Sumbar (15 Agustus 2010-15 Februari 2015 )—kini menjalani periode kedua, sejak 12 Februari 2016— dia amat menyadari pentingnya peranan pers dalam pelaksanaan pembangunan. “Dalam teori pembangunan, pers menjadi salah satu poin penting, selain pemerintah, pelaku dunia usaha, akademisi dan komunitas,” katanya. Sebagai salah satu cabang kekuasaan, pers atau media tidak hanya berfungsi sebagai penyalur opini, tetapi juga menjalankan fungsi negara. Terutama dalan menjalankan fungsi sebagai media komunikasi antar negara, sebagai sumber gagasan: baik sebagai pencipta maupun sebagai penyalur gagasan. Pers juga adalah cermin tata kehidupan politi, ekonomi, sosial dan budaya. “Sarana kontrol, pendidikan dan pengembangan tanggung jawab sosial serta komitmen sosial. Irwan Prayitno mengatakan, selama ini membangun sinergi dengan pers dalam kemitraan yang sejajar. Di satu sisi pers berperan sebagai kontrol sosila pelaksanaan pembangunan, tapi pers juga membutuhkan informasi perkembangan pembangunan pemerintah. “Kemitraan sejajar antara pemerintah dan pers selama ini menjadi kekuatan kami,” tambah Gubernur Irwan. Hubungan pers dan pemerintah berjalan baik. Satu sama lain saling menghormati fungsi dan tugas masing-masing.

Gubernur Irwan Prayitno dinilai berani oleh Pengurus PWI Pusat dalam menegakkan aturan pers sesuai standar Dewan Pers. Terutama dalam mendorong profesionalitas wartawan. Salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) 30 tahun 2018 tentang Kerjasama Media Massa. Dalam Pergub tersebut, tambah Irwan, “kami mengatur pola kerjasama dengan media, tapi tidak masuk dalam ranah kebebasan pers. Contoh. Salah satu syarat kerjasama Pemrov Sumbar dengan media adalah: penanggungjawab atau pemimpin redaksi media harus wartawan berkompetensi Wartawan Utama.

Selain itu, Pemrov Sumbar juga mematokkan syarat wartawan yang ditugaskan di Media Centre Humas Pemrov Sumbar minimal harus wartawan yang memiliki sertifikat wartawan Muda. Setelah Pergub itu diberlakukan, sempat muncul reaksi protes dan penolakan dari para wartawan Sumbar. “Saya gak masalah dibilang Orde Baru, karena menerapkan aturan itu. Yang penting itu baik buat semua pihak dan kita memang perlu keteraturan,” kata Irwan Prayitno.

Semua Panelis Anugerah Pena Mas PWI sangat puas pada orasi yang disampaikan Gubernur Irwan. “ Catatan yang saya terima dari semua panelis, Pak Irwan Prayitno mendapat nilai Cumlade,” tukas Margiono.

Irwan Prayitno menyambut haru penilaian panelis. Ia mengapresiasi dan menyatakan terima kasih para Pengurus PWI atas penganugerahan Pena Mas tersebut. “Penghargaan ini juga berarti juga penghargaan buat Pemrov dan masyarakat Sumbar,” katanya.



Berita Terkait