Foto : Istimewa

Citarasa Terlalu Tinggi, Jadi Sulit Tertawa di Kamar Mandi

Ceknricek.com -- Melalui film terbarunya, "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi" (DMKM),  John De Rantau mengajak penonton untuk tertawa. Ini adalah film ketujuh sutradara kelahiran Padang, 2 Januari 1970 itu. Ia masuk ke dalam genre komedi, berbeda dengan enam film sebelumnya yang cenderung serius, masing-masing "Mencari Madonna" (2004) "Senandung di Atas Awan" (2006), "Obama Anak Menteng" (2010), "Semesta Mendukung" (2011) dan "Wage" (2018).  John mengklaim karya terbarunya ini sebagai film terbaik sepanjang kariernya. 

DMKM  bercerita tentang sosok Sofie (Elvira Devina) gadis cantik yang bikin heboh kampung Lapak yang dihuni multietnik. Para lelaki, pemuda dan lelaki beristri, termasuk yang beristri dua, mulai menjadi nakal sejak kehadiran Sophia. Mereka rela antre untuk mengintip Sofie mandi melalui lubang kecil, atau hanya sekadar mendengar suaranya ketika bernyanyi. Lubang itu dijaga oleh seorang lelaki asal Indonesia Timur.

Sumber: Instagram @elviraelph

Begitulah, hampir setiap kali Sofie menyanyi, para lelaki antre. Dengan itu mereka ingin mendapatkan sebuah fantasi seksual yang menghanyutkan, seraya membayangkan kehangatan tubuh Sofie yang cantik, tinggi semampai. Bahkan busa sabun yang mengalir bersama air diambil lalu ditaruh di mulut, sambil mengkhayal.

Kegilaan benar-benar terjadi di perkampungan padat itu. Para lelaki tak berselera lagi dengan istri masing-masing, sampai ada istri yang mengaku di depan Pak RT, tidak disentuh oleh suaminya selama berbulan-bulan. Atas dasar itulah mereka protes, meminta Pak RT mengusir gadis cantik yang dianggap jadi biang kerok di kampung itu.

Sumber: Istimewa

Pada akhirnya Sofie memang ke luar dari kampung itu. Ia lalu tinggal di gedung jangkung dalam sebuah kamar mewah, dan para lelaki itu pun hanya bisa mengkhayali Sofie dari jauh sambil melihat ke arah gedung jangkung. Kehadiran Sofie di kampung padat itu hanya untuk melakukan penelitian untuk kepentingan studinya, tentang sikap dan perilaku masyarakat bawah.

Diangkat dari cerpen karya penulis Seno Gumira Adjidarma -- kini Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) -- DMKM adalah sebuah film komedi situasi yang ingin menghadirkan kelucuan melalui kekuatan skenario. Dan skenario film ini ditulis oleh Seno Gumira Adjidarma bersama John De Rantau.

Meskipun tren saat ini film komedi di Indonesia kurang afdol jika tidak melibatkan para comic (stand-up comedian), John De Rantau tidak ingin melibatkan mereka. Membuat stressing. Hadir atau tidaknya aktor komedi, menutur John, bukan kebutuhan mutlak dalam sebuah film komedi, khususnya komedi situasi yang menampilkan kegetiran hidup (satire) atau parodi dari sisi kehidupan tertentu.