Dari Silaturahim Pejabat Kemenko Polhukam dengan Panitia Masjid At Tabayyun | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Foto: Istimewa

Dari Silaturahim Pejabat Kemenko Polhukam dengan Panitia Masjid At Tabayyun

Ceknricek.com -- Mendahului pelaksanaan PPKM Darurat (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Panitia Masjid At Tabayyun meniadakan sementara kegiatan Salat Jumat dan Kajian Minggu sejak 25 Juni lalu. Penutupan itu akan berlangsung hingga Pemerintah mengakhiri PPKM Darurat.  PPKM Darurat sendiri berlangsung 3-20 Juli.

" Tapi untuk salat rawatib lima waktu Tenda tetap dibuka. Warga TVM yang mengikuti ibadah hanya boleh mengisi  10 persen dari kapasitas Tenda  At Tabayyun," ungkap Marah Sakti Siregar Jumat (9/7/21) siang.

Marah menceritakan itu dalam kesempatan  Silaturahim & Diskusi " Kesatuan Bangsa" antara Pejabat dari Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Ham dengan Panitia Masjid At Tabayyun. 

Pihak Kemenko Polhukam dipimpin oleh  Janedjri M Gaffar, Deputi VI Bidkoor Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam. Pada kesempatan tersebut Janedjri menyajikan  topik  diskusi "Mencermati Situasi  Indonesia dalam perspektif Kesatuan Bangsa".

Sumber: Istimewa

Pihak Masjid At Tabayyun dipimpin Irjenpol (pur) DR Burhanuddin Andi, mantan Kapolda Sulsel yang menjadi Ketua RW di komplek perumahan TVM. Ikut dalam silaturahim dari Kemenko Polhukam, antaranya Imam  Marsudi, Puja Laksana, ILoyd Tangka, Johanna Novita, dan Toma Amrah.

Sedangkan dari pihak Masjid At Tabayyun, selain Irjen Burhanudin, Marah Sakti, juga ikut memberi pandangan Ilham Bintang, Ending Ridwan, Refly, dan Andrie Suyatman. Dalam acara itu Marah Sakti juga menceritakan rencana pembangunan Masjid At Tabayyun yang akan dimulai bulan Agustus mendatang. 

" Ya, kita menghormati proses hukum di PTUN yang menyidangkan gugatan 10 warga yang menentang. Proses PTUN tetap berjalan, dan itu tidak ada hubungannya dengan pembangunan masjid yang sudah lengkap izinnya," ungkap Marah Sakti. 

Ada 3 pihak tergugat di PTUN. Pertama, Pemprov DKI. Sedangkan pihak Masjid At Tabayyun dan Tim Hukum MUI mengajukan diri sebagai Tergugat II dan III Intervensi.

Burhanudin Andi menambahkan, sebagai Ketua RW di komplek TVM, dia mengikuti seluruh proses yang ditempuh oleh Panitia Masjid, dari awal.

" Semua on the track,  sudah sesuai prosedur," katanya.

Janedjri M Gaffar dan Imam Marsudi merasa puas dengan penjelasan Marah Sakti Siregar dan Burhanudin Andi serta semua pihak dari Masjid At Tabayyun. 


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait