Foto: Antaranews.com

Di Hari Pahlawan, Anies Baswedan Singgung Ketimpangan

Ceknricek.com -- Hari ini, 10 November masyarakat Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Bagi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kata “pahlawan” sendiri merupakan label atas tindakan seseorang atas karya dan perbuatannya untuk negeri. Untuk itu, dirinya meminta para pejabat DKI dan jajarannya untuk segera membenahi permasalahan di Jakarta, salah satunya adalah ketimpangan.

“Masalah itu ada begitu banyak di tempat Bapak Ibu semuanya, ambil masalah itu ambil tanggung jawab itu, selesaikan masalah itu," kata Anies saat memimpin Upacara Hari Pahlawan di Monas, Minggu (10/11).

Bagi Anies, mereka yang melakukan sesuatu yang baik untuk Jakarta tanpa mengharapkan imbalan layak disebut pahlawan. Sementara gelar pahlawan adalah urusan para sejarawan.

Baca Juga: Ini Alasan Atap JPO Sudirman Dihilangkan

"Urusan kita adalah memastikan tidak ada masalah di depan kita yang dibiarkan tidak diselesaikan. Biarkan kelak anak Bapak Ibu sekalian menyebut Bapak Ibu sebagai pahlawan masalah-masalah yang ada di Jakarta. Dan biarkan Nanti para sejarawan yang menilai itu,” kata Anies Baswedan.

Foto: Antaranews.com

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja itu mengingatkan sejarah perjuangan para pahlawan di Surabaya untuk mengusir penjajah. Anies ingin agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) menghayati pengorbanan para pejuang.

"Hampir semua yang berangkat pertempuran itu artinya dilepas ibunya dilepas ayahnya dan mereka semua tidak berencana jadi pahlawan saat tanggal ini. Akhirnya perjuangan mereka diperingati sebagai hari pahlawan," kata Anies.

“Apa yang dilakukan bagi negeri ini sekarang diperingati mereka sebagai pahlawan sekalian di depan kita ada tantangan. Dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi,” tambah Anies.

BACA JUGA: Cek SEJARAH, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait