Direktur RS Wuhan China Meninggal Akibat Korona | Cek&Ricek
Foto: AP

Direktur RS Wuhan China Meninggal Akibat Korona

Ceknricek.com -- Direktur rumah sakit terkemuka di Wuhan, kota di China, Liu Zhiming meninggal dunia akibat wabah penyakit virus korona atau Covid-19 pada Selasa (18/2).

Menurut stasiun televisi Pemerintah China, Liu Zhiming meninggal pada 10.30 waktu setempat dan menjadi dokter ternama China kedua yang kehilangan nyawa akibat virus korona.

Awal Februari ini jutaan warga China diselimuti awan duka atas kepergian Li Wenliang, dokter yang sebelumnya mendapat teguran karena mengeluarkan peringatan dini soal virus korona.

Puluhan ribu pekerja medis telah berjuang memerangi penyebaran virus korona, yang diyakini pertama kali berasal dari salah satu pasar makanan laut di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei.

Seperti halnya kematian Li, kabar di kalangan pengguna internet China soal kondisi Liu pada Senin (17/2) malam simpang siur.

Baca juga: China Selidiki Kematian Li Wenliang, Dokter Pengungkap Wabah Korona

Pada malam itu, departemen propaganda Partai Komunis dari Komisi Kesehatan Hubei menulis unggahan di media sosial soal kematian Liu.

Namun, tak lama kemudian pihaknya menyebutkan bahwa Liu masih hidup.

"Menurut kerabat Liu, pihak rumah sakit masih berupaya melakukan usaha terbaik untuk menyelamatkannya," kata komisi kesehatan dalam unggahan berikutnya.

Komisi menambahkan bahwa informasi sebelumnya didapat dari teman baik Liu, yang tidak mengetahui situasi terbaru.

Komisi kesehatan tidak mengunggah pesan apapun sejak stasiun TV pemerintah mengumumkan kematian Liu pada Selasa (18/2) pagi.

Beijing dituding menutup rapat keadaan terkait wabah Infeksi Saluran Pernapasan Berat Akut (SARS) pada 2003. Dalam wabah virus korona saat ini, Beijing diminta untuk terbuka.

Menurut data John Hopkins CSSR, hingga Selasa (18/2) tercatat terdapat 73.332 kasus Covid-19 di seluruh dunia dan 12.685 di antaranya dinyatakan sembuh.

Di China dilaporkan kasus virus korona bertambah menjadi 1.888 kasus baru, sehingga total positif terdapat 72.436 kasus. Sementara itu, sebanyak 1.873 pasien meninggal di seluruh dunia.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait