Kereta Commuter. Foto: Youtube/M Hafiz Alfarisy

Ditolak Berbagai Pihak, Wacana KRL Premium Dibatalkan

Ceknricek.com - Wacana pengoperasian kereta listrik (KRL) premium pada pertengahan tahun mendatang secara resmi dibatalkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa mengungkapkan hal tersebut melalui keterangan tertulis pada Minggu (23/12).

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memutuskan untuk membatalkan rencana pengoperasiann KRL Premium,” tulis Eva.

Eva menyampaikan bahwa pembatalan tersebut ditetapkan setelah mendengarkan saran dari berbagai pihak terkait penerapan KRL Premium. Masukan yang diberikan oleh beberapa pihak akan diserap untuk mengoptimalkan pelayanan kepada para pengguna commuterline.

PT KCI menghargai dan memahami masukan dari berbagai pihak terkait pentingnya mengoptimalkan dan meningkatkan pelayanan dalam bentuk satu kelas layanan yang telah berjalan selama lebih dari lima tahun terakhir,” ujar Eva.

Ia juga memastikan bahwa pihak KCI akan terus melakukan inovasi dan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya.


Rencana KRL Premium

Sebelumnya, PT KCI mengatakan bahwa pihaknya berencana mengoperasikan KRL kelas baru di Jabodetabek, yakni KRL Premium.

Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCI Subakir menyebutkan bahwa KRL Premium tetap akan menggunakan kereta yang ada sekarang. Namun, pihaknya akan memberikan layanan dan fasilitas tambahan. KRL Premium direncakanan akan bertarif Rp20.000.

Sekitar tidak lebih Rp20.000. Kami gunakan tempat duduk dan ada wifi juga mungkin. Tapi tarifnya masih terjangkau,” ujar Subakir, di Double Tree, Jakarta, Kamis (20/12), seperti dikutip Liputan6.

Subakir menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu di rute yang tidak terlalu padat.

"Kita upayakan uji coba di relasi yang longgar tidak arah bogor, mungkin bekasi atau tangerang, agar tidak mengganggu jalannya KRL,” ungkapnya.


Respon Pengguna

Para penumpang setia kereta komuter di Jakarta yang tergabung dalam komunitas Jakarta by Train menyampaikan penolakannya terhadap rencana KRL Premium. Melalui laman jakartabytrain.com, mereka melayangkan surat terbuka untuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam surat terbuka tersebut, penumpang komuter mengatakan bahwa peningkatan pelayanan adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap transportasi umum.

Namun, membedakan warga dengan pembedaan kelas berdasarkan ketebalan dompet juga merupaka hal yang tidak dapat kami cerna dengan baik,” seperti mengutip surat tersebut.

Ada 3 pertanyaan yang dilayangkan terkait usulan KRL Premium. Pertama, para penumpang menanyakan apakah rencana ini telah dipikirkan dengan matang dengan semua stakeholder terkait. Pemerintah telah menugaskan PT KCI untuk mengejar pertumbuhan penumpang hingga 1,2 juta per hari. Namun, rencana ini dinilai akan menghalangi target tersebut.

Kedua, terkait cara pembedaan penumpang kelas premium dan non-premium. Kepadatan penumpang tidak memungkinkan jika dilakukan pemberlakuan jadwal masuk ke peron seperti yang diterapkan di Stasiun BNI City.

Ketiga, dampak KRL Premium pada jadwal kereta komuter non-premium. Pihaknya menilik kasus yang terjadi pada kereta bandara yang mengurangi jadwal perjalanan kereta komuter.


Apresiasi YLKI

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi pembatalan rencana KRL Premium oleh PT KCI. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

"YLKI pun sangat mendukung jika PT KCI fokus pada peningkatan pelayanan. Sebuah upaya yang harus dilakukan karena memang menjadi kewajiban PT KCI, tentu peningkatan pelayanan prima dan universal, dengan keandalan yang tinggi," ujarnya, Senin (24/12), seperti dikutip Liputan6.

Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih karena manajemen KCI masih mendengarkan aspirasi publik. Selain itu, Tulus juga menyampaikan harapannya untuk pemerintah agar mengurangi beban PT KAI dengan ketepatan waktu Public Service Obligation (PSO).

Kami juga meminta pemerintah untuk secara konsisten mencairkan PSO (Public Service Obligation) tepat waktu, dan membayarkan dana IMO (infrastructure, maintenance, and operation) pada PT KAI, agar pelayanan kepada konsumen tidak terganggu, tidak mengalami downgrade akibat terganggunya financial cash flow perusahaan," pungkasnya.