Foto : Instagram tantowiyahyaofficial

Doa Warga Wellington Untuk Kedamaian Para Korban Penembakan di Christchurch

Ceknricek.com - Teman-temanku yang baik. Penembakan di Christchurch masih menimbulkan kesedihan mendalam dan kemarahan seluruh warga Selandia Baru. Perasaan itu mereka tumpahkan bukan dalam bentuk ajakan kebencian, tapi seruan untuk saling menyayangi.

Hari Minggu (17/3) lalu, hampir 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras memenuhi sebuah lapangan untuk bersama-sama berdoa bagi kedamaian mereka yang telah menjadi korban, dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Rencananya Jumat (22/3) besok, warga Wellington kembali akan berkumpul untuk memperingati seminggu aksi teror tersebut. Kaum perempuan diharapkan mengenakan tutup kepala seperti hijab sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam.

Sumber : Instagram @tantowiyahyaofficial

PM Jacinda Ardern, pemimpin dunia termuda (38 tahun) yang dianggap tidak berpengalaman, menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang berani dan berempati. Dalam waktu cepat ia mengumumkan kepada dunia penembakan brutal di Christchursch sebagai aksi terorisme. Keberanian tersebut tidak dilakukan oleh pemimpin dunia manapun ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban umat Islam.

Sehari setelah penembakan ia langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya sebagai kepala pemerintahan. Dia peluk keluarga korban, dan membisiki mereka agar tenang dan tabah. Pemerintahnya akan bergerak cepat untuk memastikan semuanya kembali normal. Dia pun memberikan jaminan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ketika Presiden AS Donald Trump meneleponnya dan bertanya apa yang Amerika bisa lakukan, dia jawab "Ramahlah kepada umat Islam". Tak berapa lama Trump bikin Tweet " I love New Zealand".

Sumber : Instagram @tantowiyahyaofficial

Pasca kejadian, suasana di Selandia Baru berangsur normal meski tetap ada rasa khawatir dan sedih. Tidak ada hoax, tidak ada orang serta kelompok yang mempolitisir keadaan untuk kepentingan tertentu. Tidak ada pula yang maki-maki dan demo untuk melampiaskan kemarahan. Semuanya mendengarkan dan turut ke pemerintah karena mereka tahu pemerintah akan membuat perhitungan kepada teroris dengan caranya sendiri.

 

*Penulis Duta Besar RI untuk Selandia Baru



Berita Terkait