Gobel Sebut Ormas Islam Harus Masuk Dakwah Ekonomi | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Gobel Sebut Ormas Islam Harus Masuk Dakwah Ekonomi

Ceknricek.com -- Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengingatkan agar ormas Islam menguatkan ekonomi umat. “Jangan hanya dakwah di bidang pendidikan dan sosial saja, tapi juga harus kuat dalam dakwah ekonomi,” katanya, Jumat (26/3/21).

Hal itu ia kemukakan saat menerima panitia Muktamar ke-20 Mathla’ul Anwar (MA) di ruang kerjanya. Ormas Islam ini berdiri pada 1916 di Menes, Pandeglang, Banten. Tahun ini ormas yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan ini tahun ini berusia 105 tahun. Muktamar akan berlangsung pada 1-3 April 2021 di Jakarta dan Bogor. Saat ini, MA telah berkembang di 32 provinsi dengan memiliki lebih dari 2 ribu lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga SMA, selain itu juga telah memiliki satu perguruan tinggi. Dalam silaturahim itu, hadir Dr Ali Nurdin (Sekretaris Majelis Amanah), Andi Yudi Hendriawan (ketua panitia), Dhona El Furqon (sekretaris panitia), Adi Abdillah (panitia), dan Farhani (ketua himpunan mahasiswa).

Penguatan ekonomi umat ini, kata Gobel, sangat penting untuk menyejahterakan ekonomi umat. Karena jika ekonomi umat tertinggal, maka investasi asing akan terus berdatangan. “Hal ini tentu akan membawa serta budaya mereka yang tak selalu seirama,” katanya. Gobel juga menyatakan, sebagai ormas yang banyak bergerak di perdesaan, MA justru memiliki peran yang sangat penting. “Kekuatan fondasi ekonomi Indonesia itu justru ada di desa,” katanya.

Selain itu, kata Gobel, “Yang bisa menyelamatkan Indonesia justru investor kecil-kecil yang bergerak di sektor perdesaan.” Yaitu bidang usaha yang terkait dengan pertanian, peternakan, dan perikanan. Mereka inilah yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. “Namun karena mereka berskala UMKM maka mereka harus bersatu dan berhimpun dalam wadah koperasi,” katanya.

Ali Nurdin menyampaikan bahwa kongres kali ini dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu secara virtual dan juga secara tatap muka. “Tapi yang bisa hadir secara fisik sangat dibatasi. Kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait