Foto: Kompas

Hari Batik di Era Industri 4.0

Ceknricek.com -- Tiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Banyak cara orang memperingati hari bersejarah itu. Di media sosial, para pesohor mengunggah batik yang dikenakan. Para guru dan siswa sekolah juga mengenakan seragam batik.

Peringatan hari batik mulai dilakukan sejak batik memperoleh pengakuan dunia pada tahun 2009 dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Organisasi ini menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda atau intangible cultural heritage.

Hari Batik di Era Industri 4.0
Foto: AP

UNESCO menilai batik sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia. Selanjutnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 mengenakan batik. 

Maestro batik Iwan Tirta dalam bukunya A Play of Light and Shades menyebut batik berkaitan erat dengan kesenian lain yakni wayang, tarian, dan lagu. Oleh karenanya, batik memiliki ciri yang terkait dengan komunitas pembuatnya. Bahkan, sebagian cirinya menggambarkan suasana zaman dan alam sekitarnya. Batik pada perjalanannya kemudian diproduksi untuk keperluan komersial, meski sebagian lain ada juga yang menggunakan batik untuk melengkapi kebutuhan adat serta tradisi.

Penyumbang Devisa

Kini, batik sudah mendunia. Industri batik juga memiliki peran penting bagi perekonomian nasional serta menjadi penyumbang devisa negara, karena memiliki pasar ekspor yang besar seperti di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Kementerian Perindustrian mencatat ekspor batik sepanjang semester I 2019 mencapai US$17,99 juta  atau sekitar Rp253 miliar. Pada 2018, ekspor batik mencapai US$52,4 juta atau sekitar Rp747 miliar. 

Industri batik merupakan bagian dari industri tesktil dan pakaian, yang menjadi salah satu sektor andalan dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Hari Batik di Era Industri 4.0
Sumber: Katadata

Baca Juga: Melestarikan Batik Lewat "Membatik Untuk Negeri" 

Industri batik mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industri lainnya, serta kecepatan penetrasi pasar.

Industri batik turut mendorong pertumbuhan gemilang di sektor industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan I 2019, yang mencatatkan posisi tertinggi dengan capaian 18,98%. Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07% di periode yang sama.

Sektor ini didominasi oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tersebar di 101 sentra di Indonesia, dengan total sekitar 47 ribu unit usaha.

Industri batik juga salah satu sektor yang banyak membuka lapangan pekerjaan. Jumlah tenaga kerja yang terserap dari sektor hulu seperti weaving dan dyeing hingga sektor industri batik sebanyak 628.000 orang. Sementara itu, pekerja di industri batik sendiri mencapai sepertiganya atau 212.000 orang. 

Dengan nilai perdagangan produk pakaian jadi dunia yang totalnya mencapai US$442 miliar, industri batik Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan pangsa pasar. Bila digarap lebih baik batik Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di tengah persaingan pasar internasional.

Hari Batik di Era Industri 4.0
Sumber: Istimewa

Baca Juga: Presiden Jokowi: Buat Terobosan, Indonesia Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Selain itu, berkembangnya industri 4.0 serta berbagai teknologi canggih dan digitalisasi, diharapkan membuat dunia batik nasional semakin berdaya saing.

Kini, batik Indonesia bersaing dengan Malaysia, Singapura, dan China. Karena itu, Indonesia perlu menjaga dan melestarikan nilai budaya batik dengan penguatan branding dan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Saat ini, batik telah bertransformasi menjadi berbagai bentuk fesyen, kerajinan, dan home decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. Untuk itu, pemerintah perlu terus mendorong peningkatan produktivitas dan perluasan pasar bagi industri batik nasional.

BACA JUGA: Cek SENI & BUDAYA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait