Hari Pertama Perdagangan Februari, Rupiah Terkoreksi Seiring Pelemahan Mata Uang Asia | Cek&Ricek
Sumber: Antara

Hari Pertama Perdagangan Februari, Rupiah Terkoreksi Seiring Pelemahan Mata Uang Asia

Ceknricek.com -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada hari pertama perdagangan Februari, Senin (3/2) ditutup melemah seiring koreksi mata uang regional Asia. Rupiah ditutup melemah 87 poin atau 0,63 persen di level Rp13.742 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.655 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp13.672 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.672 per dolar AS hingga Rp13.742 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.726 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.662 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini seiring melemahnya mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, yuan China melemah 1,57 persen, ringgit Malaysia 0,39 persen, won Korea 0,27 persen, dan rupee India melemah 0,25 persen.

Berikutnya dolar Singapura juga melemah 0,23 persen, yen Kepang 0,19 persen, serta dolar Taiwan 0,18 persen, diikuti dolar Hong Kong yang melemah 0,04 persen. Sementara mata uang yang menguat adalah baht Thailand 0,38 persen, dan peso Fililina sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Sumber: Reuters

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, seperti dilansir Antara, Senin (3/2) mengatakan penyebaran virus korona meningkatkan kekhawatiran atas kemampuan China untuk menahan wabah tersebut, yang dapat menghambat pertumbuhan global.

Baca Juga: Penyebaran Virus Korona Juga Lemahkan Rupiah di Awal Februari

Virus korona telah menginfeksi hampir 10.000 orang di seluruh dunia dan jumlah kematian di China sendiri mencapai 213 orang. Berpusat di China, kasus infeksi virus korona juga dilaporkan terjadi di negara-negara lain. Hingga akhir pekan lalu, setidaknya sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi terjadi infeksi virus korona di wilayah mereka.

Korea Selatan, Taiwan, Thailand, AS, Vietnam, Prancis, Jerman, Inggris, Nepal, dan Kanada, termasuk ke dalam daftar negara yang sudah melaporkan terjadi infeksi virus korona.

Selain dampak dari virus korona, dari domestik BPS baru saja mengumumkan inflasi Januari 2020 yang tercatat sebesar 0,39 persen. Dengan demikian, inflasi tahun kalender juga tercatat 0,39 persen (ytd) dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 2,68 persen.

BACA JUGA: Cek FASHION & BEAUTY,  Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait