Foto: Dok.

Ilham Bintang Berbagi Ilmu Kepada Tim Ceknricek.com

Ceknricek.com - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ilham Bintang memberikan pembekalan kepada tim Ceknricek.com untuk mempersiapkan diri menjadi wartawan yang sebenarnya.

Ilham membuka pertemuan bertajuk “Jurnalistik 1.0” itu dengan sebuah pernyataan tentang beberapa sifat yang harus dimiliki wartawan.

“Wartawan harus bersifat ksatria, jujur, dan terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujarnya di Kantor Ceknricek.com, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (15/11).

Ia menambahkan, merupakan tabu bagi wartawan yang bertindak tidak sesuai denga sifat tersebut.

“Berbohong dengan tidak menyampaikan yang sebenarnya dan plagiarisme yakni mencuri atau menjiplak tulisan orang lain, apalagi tanpa menyebut sumber,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa mencantumkan sumber juga bisa seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, menjaga dari plagiarisme. Namun, di sisi lain dapat menjatuhkan kredibilitas wartawan jika sumber yang dikutip sebenarnya tidak terlalu sulit dijangkau.

Pemimpin Redaksi Tabloid Cek & Ricek tersebut juga mengingatkan kegiatan jurnalistik yang termaktub dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Kegiatan jurnalistik biasa disebut 6M yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada publik,” paparnya.

Ilham mengingatkan bahwa dalam penyusunan berita harus berlandaskan pada fakta. Tak hanya itu, fakta yang disajikan dan dikabarkan pun harus memenuhi unsur who, what, where, when, why, dan how atau 5W + 1H.

“Selain 5W + 1H, di tahap yang lebih jauh lagi, harus ditambah dengan 1I yaitu implikasi. Artinya, wartawan juga harus mempertimbangkan akibat dari tersebarnya berita tersebut,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ilham juga menyinggung perihal ego seorang wartawan.

“Wartawan harus memiliki ego, untuk menjadi yang pertama dalam mewartakan suatu kejadian. Untuk itu wartawan harus berlatih, menyelidiki, dan mengambil sudut pandang berbeda dari suatu kejadian,” ungkapnya.

Menurutnya, wartawan diperbolehkan undang-undang untuk meragukan berbagai pernyataan. Sikap skeptis wartawan diperlukan untuk melakukan konfirmasi fakta dan pernyataan apapun.

“Modal utama wartawan adalah bertanya, bertanya, dan bertanya. Wartawan boleh meragukan apapun, meskipun itu perkataan presiden. Kecuali perkataan Tuhan dan Nabi yang tidak boleh diragukan,” ucapnya disambut tawa tanda persetujuan dari peserta yang hadir.

Wartawan wajib melakukan verifikasi pada data yang akan dipublikasikan. Pelopor jurnalisme infotainment itu menggambarkan kerja wartawan mirip dengan kepolisian yang melakukan investigasi dalam suatu kasus tertentu.

“Seperti kepolisian yang sedang investigasi kasus. Perlu bertanya dan verifikasi berbagai hal secara terus menerus.” katanya.

Verifikasi data dilakukan dengan bertanya, terkait hal itu, Ilham menambahkan bahwa wartawan harus memperhatikan otoritas sumber yang diwawancarai.

“Keterangan yang dikutip harus berasal dari sumber yang memiliki otoritas tinggi dalam konteks berita yang ingin diangkat,” bebernya.

Ilham menutup pertemuan dengan menyampaikan kepada tim ceknricek.com agar selalu tekun dalam menjalani profesi wartawan.

“Kegiatan wartawan yang ditekuni akan membentuk kepribadian.” pungkasnya.



Berita Terkait