Sumber: Ashiq-E-Rasool - WordPress.com

Ini Urutan Ibadah Penyempurna Haji

Ceknricek.com -- Musim haji hampir tiba. Data Kementerian Agama menyebutkan pada tahun 2018 kuota haji Indonesia sebesar 168.000 jemaah. Posisi kedua ditempati Pakistan 143.368. Selanjutnya India 136.000 jemaah, dan Bangladesh 101.758 jemaah.

Untuk tahun haji 2019, Presiden Indonesia Joko Widodo berhasil melobi pemerintah Arab Saudi untuk menaikkan kuota haji Indonesia menjadi 231.000 jemaah.

Bulan Dzuhijjah 1440 Hijriyah--atau antara Juli 2019 hingga Agustus 2019--akan menjadi high season bagi masyarakat yang beribadah haji. Ada beberapa hal yang menjadi kunci penyempurna ibadah haji yang wajib dilakukan.

Berbusana Ihram dan Bertalbiyah

Busana Ihram. Sumber: Tokopedia

Ihram artinya niat, jadi jemaah haji harus melaksanakan niat sebelum memulai ibadah haji. Sedangkan Bertalbiyah bertakbir dilakukan ketika berangkat ke Mina pada tanggal 10 dzulhijjah, dimana jemaah haji bertakbir selama perjalanan hingga selesai melakukan jamrah ‘Aqobah'.

Melemparkan jamrah

Melempar Jumrah. Sumber: Umroh.com

Melempar jamrah merupakan amalan wajib haji, jika tidak ikut diharuskan untuk menyembelih satu ekor kambing yang dinamakan dengan fidyah dam, atau menggantinya dengan berpuasa.

Menyembelih hadyu

Sumber: halloindo.com

Amalan haji pada saat Idul Adha berikutnya adalah para haji diharuskan untuk menyembelih hewan sembelihan ketika berada di tanah haram bagi para jEmaah haji yang manasik tamattu’ dan qiron. Selain bisa menyembelih sendiri para haji juga bisa mewakilkannya. 

Mencukur rambut

Potong rambut. Sumber: Jumrah

Para jemaah bisa mencukur rambut dengan cara menghabiskannya atau hanya memendekkannya saja. Mencukur habis rambut lebih diutamakan dalam Amalan Haji pada saat Idul Adha. Namun bagi jamaah wanita cukup hanya dengan memendekkan rambut saja.

Tawaf ifadah

Tawaf Ifadah. Sumber: Konsultasi Syariah

Melakukan tawaf ifadah di masjidil haram termasuk kepada rukun haji yang disebut juga dengan tawaf rukun. Tawaf ini dilakukan setelah jemaah haji tahallul awwal, yakni telah bisa melakukan larangan-larangan ihram seperti melepas pakaian ihram, memakai wewangian dan berbagai larangan lainnya selain yang berhubungan dengan wanita. 

Sa’i di Masjidil haram

Sumber: NU Online

Amalan ibadah sa`i adalah berjalan bolak-balik selama 7 kali dari bukit safa ke marwa yang dilakukan dengan niat sa`i haji.



Berita Terkait