Salah satu penyedia layanan isi nitrogen untuk ban. Foto: franchiseglobal.com

Isi Nitrogen Untuk Ban, Lebih Mahal Apakah Lebih Baik?

Ceknricek.com - Ban adalah salah satu bagian penting dari sebuah kendaraan baik motor, mobil, truk, dan lainnya. Tekanan angin pada ban perlu diperhatikan agar perjalanan lebih aman, karena ban yang kempes meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Di jalan, anda tentu akan sering menemukan tempat pengisian udara dan tambal ban yang siap mengisi ban yang kurang angin.

Saat melewati SPBU, mungkin anda dapat melihat fasilitas pengisian angin yang bertuliskan “Nitrogen”. Fasilitas tersebut menetapkan harga yang lebih tinggi dibanding pengisian angin biasa. Di pinggir jalan, Anda hanya membutuhkan Rp2.000-10.000 untuk mengisi angin biasa semua ban motor dan mobil. Di pengisian nitrogen, tarif yang dipatok berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah ban.

Lantas, apa yang membedakan pengisian angin biasa dengan nitrogen?

Gas nitrogen sebelumnya dikenal untuk digunakan sebagai angin ban pesawat terbang, mobil dan motor balap, serta kendaraan militer. Tentu penggunaan nitrogen pada ban kendaraan tersebut tidak sembarangan.

Jika dibandingkan, udara biasa mengandung sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, uap air dan gas-gas lainnya. Pada pengisian angin nitrogen, kadar nitrogen berkisar antara 95-99% dan hanya 1-5% oksigen, tanpa uap air dan gas lainnya. Angin nitrogen murni memberikan beberapa manfaat berikut ini.


Tekanan ban lebih stabil

Ban yang diisi dengan angin biasa mengandung oksigen dan uap air yang mudah berubah tekanannya karena perubahan suhu. Hal tersebut membuat tekanan ban menjadi tidak stabil dan mengurangi kenyamana berkendara. Ban yang diisi dengan nitrogen lebih tahan terhadap perubahan suhu, sehingga menjaga tekanan udara ban lebih baik.

Tekanan ban yang stabil juga berpengaruh pada daya cengkram ban pada jalanan yang lebih baik. Daya cengkram yang optimal akan meningkatkan keamanan berkendara di jalan yang kering maupun basah.


Angin lebih awet

Oksigen memiliki ukuran molekul yang lebih kecil dibandingkan Nitrogen. Akibatnya, angin biasa yang mengandung lebih banyak oksigen, mudah keluar melalui ban sedikit demi sedikit. Dalam sepekan, bisa saja ban Anda mulai kempes karena oksigen menyelinap keluar melalui celah karet ban. Nitrogen yang memiliki molekul lebih besar cenderung bertahan lebih lama, sehingga ban lebih lambat kempes.

Dengan menggunakan angin biasa, rata-rata Anda perlu untuk menambah angin setiap 1-2 pekan. Jika menggunakan nitrogen, Anda perlu mengisi udara kembali setelah sekitar 3-4 pekan untuk motor dan 1 bulan lebih untuk mobil.


Temperatur ban terjaga

Saat menggeber mobil dan motor dalam kecepatan tinggi atau keadaan jalan yang panas, dapat meningkatkan suhu ban. Ban yang diisi dengan udara biasa akan lebih cepat panas karena ada uap udara yang terkandung. Nitrogen murni dalam ban memiliki suhu yang lebih dingin dan lebih tahan terhadap panas, sehingga suhu ban tidak mudah meningkat.

Panas yang berlebihan akan berpengaruh pada kondisi karet ban. Ketika suhu tinggi, karet menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah rusak akibat gesekan yang terjadi.


Mencegah korosi velg

Udara biasa mengandung uap air yang dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan embun. Air yang berada di dalam velg dalam jangka waktu lama dapat berakibat perkaratan atau korosi yang tentu sangat merugikan. Angin nitrogen tidak mengandung uap air sehingga korosi pada velg dapat dihindari.


Efisiensi bahan bakar

Berbagai faktor mempengaruhi kehematan bahan bakar, mulai dari cara mengemudi, kondisi mesin, serta pemilihan jenis bahan bakar. Kurangnya tekanan pada ban juga membuat penggunaan bahan bakar lebih boros. Penggunaan nitrogen membuat tekanan ban terjaga lebih baik, dan berimplikasi pada pengehematan bahan bakar. Menggunakan angin biasa pun asal tekanannya selalu dijaga juga berdampak baik pada penggunaan bahan bakar.