Japan Airlines Izinkan Pramugarinya Tinggalkan Sepatu Hak Tinggi | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Japan Airlines Izinkan Pramugarinya Tinggalkan Sepatu Hak Tinggi

Ceknricek.com -- Pramugari perempuan yang bekerja pada maskapai Japan Airlines akan diizinkan memakai celana panjang dan meninggalkan sepatu hak tinggi mulai bulan depan, setelah kampanye feminis digalakkan "KuToo" ujar perusahaan itu pada Kamis, (26/3).

Maskapai ini menjadi salah satu perusahaan besar Jepang pertama yang mengumumkan perubahan kebijakan setelah kampanye yang dikenal sebagai #KuToo tahun lalu diserukan untuk menolak kewajiban memakai sepatu hak tinggi di tempat kerja, menarik lebih dari 32.000 tanda tangan dalam petisi daring.

"Ini akan menjadi pertama kalinya untuk memperkenalkan celana panjang dan untuk memberikan opsi tambahan untuk alas kaki," kata juru bicara Mark Morimoto kepada Thomson Reuters Foundation melalui surel dikutip Antara Jumat, (27/3).

Kampanye ini adalah bagian dari gerakan feminisme yang lebih luas di Jepang yang secara sosial konservatif, dengan Japan Airlines mengatakan kebijakan baru itu bertujuan meningkatkan "lingkungan kerja yang beragam" antar seluruh karyawan mereka.

Perubahan kebijakan yang mulai berlaku pada April, akan memungkinkan hampir 6.000 anggota awak kabin perempuan untuk memilih alas kaki yang "paling sesuai dengan kebutuhan mereka", dengan atau tanpa hak, kata maskapai itu.

Baca juga: Makna Kebaya Pramugari Garuda Rancangan Anne Avantie

Kampanye #KuToo telah menyoroti standar kecantikan yang kaku pada wanita di Jepang, peringkat 121 dari 153 negara dalam indeks terbaru Global Gender Gap yang dirilis Global World Forum.

Tagar #KuToo adalah permainan kata-kata Jepang untuk sepatu yakni kutsu dan rasa sakit yaitu kutsuu.

Kampanye itu dimulai oleh aktris dan aktivis Yumi Ishikawa yang mengunggah ke twitter tentang dirinya yang dipaksa memakai sepatu hak tinggi untuk pekerjaan paruh waktu di rumah duka.

"Ini adalah langkah besar mengingat Japan Airlines adalah perusahaan besar," kata Ishikawa kepada Thomson Reuters Foundation, dengan mengatakan perusahaan harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan perempuan.

"Bukan hanya maskapai penerbangan--ada juga hotel, pusat perbelanjaan, bank, dan banyak perusahaan lain memberlakukan persyaratan ini. Saya harap mereka mengikuti contoh ini."

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bulan ini perempuan seharusnya tidak menderita akibat persyaratan kode pakaian, menurut media setempat, meskipun seorang menteri sebelumnya mengatakan mereka "penting dan sesuai" di tempat kerja.

Dalam protes di media sosial lainnya, perempuan Jepang menggunakan twitter untuk menuntut hak memakai kacamata untuk bekerja pada bulan November, setelah laporan tentang adanya larangan dari pengusaha.

BACA JUGA: Cek Berita SELEBRITI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Arif


Berita Terkait