Jokowi bersama Mahasiswa peserta Konferensi Mahasiswa Nasional Tahun 2018. Foto: Humas Sekretaris Kabinet

Jokowi: Tahun Depan, Kita Kirim Ribuan Orang Belajar Ke Luar Negeri

Ceknricek.com – Indonesia adalah negara yang besar, tersusun dari lebih dari 17 pulau, tidak hanya pulau Jawa. Pesan pengingat itu disampaikan presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada mahasiswa peserta Konferensi Mahasiswa Nasional Tahun 2018 di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat.

Jokowi menyampaikan bahwa dengan keadaan negara Indonesia yang luas, maka perlu cara pengembangan yang berbeda.

“Kita berbeda dengan negara lain dalam menyiapkan infrastruktur, dalam menyiapkan logistik, serta dalam menyiapkan sumber daya manusia karena bentangan negara kita terlalu luas,” kata Jokowi, Jumat (7/12).

Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia sudah selayaknya memang besar.

“Negara besar, tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengelola Indonesia juga besar, berbeda dengan mengelola sebuah negara yang relatif homogen, luasnya kecil, dan berada pada satu daratan,” imbuhnya.

Indonesia juga diperkirakan memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh dan lebih maju lagi. Berdasarkan perhitungan McKinsey, Global Institute, Bank Dunia, dan Bappenas, tahun 2045 Indonesia dapat menempati negara ekonomi terkuat keempat di dunia. Berada di posisi negara maju, kelak pendapatan per kapita diperkirakan kurang lebih USD29 ribu.

“Jika memiliki konsistensi dalam pembangunan dan terus bekerja keras. Butuh prasyarat yaitu produktivitas, kedisiplinan nasional yang tinggi, integritas yang baik dan mau bekerja keras,” papar Jokowi.

Jokowi juga mewanti-wanti agar seluruh rakyat Indonesia umumnya, dan mahasiswa pada khususnya, tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam.  Salah satu kunci kekuatan negara adalah pembangunan sumber daya manusia.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui jalur pendidikan.

“Untuk itu, pemerintah akan memberikan kesempatan  kepada warga Indonesia untuk menimba ilmu di negara lain. Saya sudah sampaikan kepada Menristekdikti, tahun depan sekitar 6.000 orang bisa dikirim (belajar) ke Taiwan,” ungkapnya.

Investasi Berbagai Negara

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyinggung soal investasi dari berbagai negara asing. Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan investasi.

“Tidak hanya dari Amerika, Jepang, Tiongkok, atau Korea Selatan. Pemerintah saat ini sedang membangun sebuah keseimbangan agar investasi-investasi bisa datang dari negara-negara di Timur Tengah, baik dari Qatar, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, salah satu kunci untuk menciptakan keseimbangan investasi adalah menjalin hubungan baik dengan negara-negara tersebut.

“Hubungan seperti ini diperlukan, hubungan personal bukan hubungan bilateral yang terlalu formal dan prosedural,” jelasnya.

Dengan keseimbangan investasi, Indonesia menjadi lebih kuat dan tidak ketergantungan terhadap satu atau dua negara tertentu.

Mahasiswa yang hadir dari berbagai universitas di Indonesia juga menyampaikan beberapa usulan kepada presiden. Jokowi berjanji akan menggunakan usulan-usulan tersebut untuk pembangunan negeri.

“Saya sangat berterima kasih atas rekomendasi-rekomendasi yang diberikan. Akan saya pakai bagi pembangunan ke depan, baik pembangunan ekonomi, politik, hukum, budaya, dan sosial,” pungkasnya.