Kemenkumham Tolak Pengesahan KLB Demokrat Kubu Moeldoko | Cek&Ricek
Foto: Ashar/Ceknricek.com

Kemenkumham Tolak Pengesahan KLB Demokrat Kubu Moeldoko

Ceknricek.com -- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak berkas dokumen permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko atau versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Pemerintah menyatakan bahwa permohonan pengesahan hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara 5 Maret 2021 ditolak," kata kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, Rabu, (31//3/21) dikutip Antara.

Sebelumnya, Partai Demokrat kubu Moeldoko telah menyerahkan berkas-berkas kepengurusan ke Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum dan Umum (AHU).

Berkas berupa permohonan pengesahan kepengurusan hasil KLB tersebut telah diteliti dan dipelajari oleh Kemenkumham, termasuk melihat ketentuan undang-undang serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai termasuk keabsahan pelaksanaan KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret 2021.

Pada prosesnya, Kemenkumham juga memberikan kesempatan kepada pengurus Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang untuk melengkapi berkas bila ada kekurangan.

Partai Demokrat terrbelah usai Kepala Staf Kepresidenan Moledoko dan sejumlah kader internal bermanuver merebut kursi pimpinan partai dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lewat Kongres Luar Biasa  (KLB) di Deli Serdang pada Jumat (5/3/21).

Demokrat hasil KLB resmi mengumumkan beberapa nama yang masuk jajaran kepengurusan pada Selasa (23/3/21). Kader senior Marzuki Alie kemudian dipilih jadi Ketua Dewan Pembina. Jhoni Allen Marbun, menjabat sekretaris jenderal. Lalu Max Sopacua, pendiri Partai Demokrat kebagian kursi Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Nama-nama lain yang kebagian kursi jabatan di Partai Demokrat versi KLB adalah Ahmad Yahya yang kemudian didapuk menjadi Ketua Mahkamah Partai Demokrat. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat era Ketum Anas Urbaningrum (2010-2013) yang sebelumnya juga santer disebut akan masuk kepengurusan partai berlambang bintang mercy itu.

Baca juga: Perang Kilat Sibolangit 

Baca jugaDamrizal Kubu Moeldoko Menyesal Menangkan SBY 2015


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait