Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Video Conference dengan jajaran Kemenkeu, di Jakarta, Senin, (31/12). Foto: Humas Kemenkeu

Kinerja Keuangan Indonesia 2018 Memuaskan, Sri Mulyani Ingatkan Waspada Untuk 2019

Ceknricek.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa tahun 2018 telah dilewati dengan baik oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Ia menilai pencapaian kinerja keuangan di tahun 2018 sangat memuaskan saat video conference dengan seluruh unit vertikal Kemenkeu pada 34 provinsi, di Aula Mezanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Senin (31/12).

Penerimaan Negara sebesar 100%, Belanja Negara mencapai 97% dan Defisit / Primary Balance di bawah 2% sejak tahun 2012,” papar Sri Mulyani.

Beberapa aspek penerimaan negara dikatakannya mengalami pertumbuhan yang tinggi dan sehat, antara lain dari pajak, penerimaan bukan pajak, dan bea cukai. Realisasi belanja negara baik di tingkat pusat maupun daerah juga dinilai baik.

Pembiayaan mengalami kontraksi dengan defisit APBN sebesar 1,72% dari PDB (Produk Domestik Bruto), jauh lebih rendah dari proyeksi UU APBN 2018 sebesar 2,19%. Ini adalah angka defisit terkecil sejak 2012,” lanjutnya.

Capaian lainnya juga yang membanggakan menurut Menkeu adalah keseimbangan primer dalam posisi surplus Rp4,1 triliun. Ini merupakan surplus keseimbangan primer pertama sejak 2011. Keseimbangan primer yang defisit menunjukkan bahwa pemerintah harus membayar utang dengan berutang.

Di tahun 2018, pemerintah tidak melakukan perubahan UU APBN 2018. Sri Mulyani menilai hal ini menjadi dorongan yang baik untuk kementerian dan lembaga pemerintah.

Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018, sehingga mendorong semua kementerian atau lembaga untuk fokus menjalankan rencana anggaran secara penuh,” ujarnya.

Sri Mulyani mengaku bangga atas pencapaian 2018 di saat banyak masalah perekonomian terjadi, khususnya perekonomian secara global.

Tahun 2018 dipenuhi gejolak perekonomian global yang sangat dinamis. Harga komoditas, arus modal, dan nilai tukar yang bergejolak tinggi, perdagangan global yang masih lesu dan tidak menentu, suku bunga global dan dalam negeri mengalami kenaikan, dan ancaman kejahatan perpajakan dan perdagangan ilegal terur mengacam,” beber Sri Mulyani.

Setelah mendengar laporan dari para Kepala Kantor Wilayah dan unit vertikal lainnya, Sri Mulyani mengucapkan terima kasih atas kinerja tahun 2018.

Saya berterima kasih bahwa kita semua telah berhasil menyelesaikan tahun 2018. APBN kita total penerimaan negara mungkin akan mencapai di atas 100%. Jadi ini adalah sesuatu yang sangat baik. Ini merupakan suatu milestone,” ungkapnya.

Dengan capaian kinerja tahun 2018 yang memuaskan, Menkeu menyatakan optimis dalam menghadapi tahun 2019. Namun, Ia tetap mengingatkan agar jajarannya tidak terlena dengan prestasi yang dicapai

Diharapkan semua pihak tetap menjaga kewaspadaan mengingat masih adanya ketidakpastian global dan dalam negeri yang masih dinamis, misalnya masih adanya ancaman perang dagang antara Amerika dan China serta mitra dagang strategisnya, serta fluktuasi harga minyak dan indikator-indikator ekonomi makro lainnya,” pesannya.





Berita Terkait