Ceknricek.com - Banyak orang yang merasa jijik melihat cacing tanah yang bergerak dengan menggeliat. Tubuh berlendir cacing tanah memang terlihat kotor dalam standar manusia, tetapi ia punya peran besar untuk kesuburan tanah. Kehadiran cacing tanah meningkatkan kadar unsur hara pada tanah sehingga membuatnya bernutrisi dan bagus untuk ditanami berbagai macam tanaman.

Kondisi tanah akan dibuat menjadi lebih gembur dan memiliki daya serap air yang baik. Hal ini karena cacing tanah membuat lorong dalam tanah yang bermanfaat menjadi saluran air hujan dan menjalarnya akar tanaman.

Hewan tak bertulang belakang ini memiliki kadar nutrisi yang tinggi. Data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan menyebutkan bahwa salah satu spesies cacing tanah, Lumbricus Rubellus mengandung 63% protein dan 18,5% lemak.

Tak ayal, cacing tanah juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang penuh nutrisi. Tidak hanya itu, kini cacing tanah juga dikonsumsi manusia untuk mendapatkan berbagai manfaat kesehatan. Mengonsumsi cacing tanah atau ekstrak cacing tanah dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit, antara lain:


Mengobati tifus

Cacing tanah sebagai obat tifus sudah dikenal sejak lama. Pada awalnya cara ini berkembang di China, ekstrak cacing tanah digunakan untuk mengobati tifus yang disebabkan perkembangan bakteri salmonella. Cacing tanah mengandung antibakteri yang mampu menekan pertumbuhan salmonella sehingga dapat menjadi obat tifus.


Menghentikan diare

Penyakit ini dipicu oleh bakteri seperti E Coli dan Shigella yang menyerang sistem pencernaan. Antibakteri dalam cacing tanah juga mampu membunuh bakteri-bakteri ini sehingga mengentikan diare.


Penyembuh luka

Cacing tanah memiliki kandungan asam arakidonat yang dapat menjadi obat luka. Kandungan tersebut mampu merangsang kulit untuk memproduksi sel-sel kulit baru untuk mengganti sel-sel kulit rusak akibat luka. Proses penyebuhan luka pun menjadi lebih cepat.


Menjaga kekebalan tubuh

Cacing tanah hidup di lingkungan penuh mikroorganisme dan bakteri yang berbahaya bagi kelangsungan hidupnya. Namun, si hewan lunak ini tidak mati karena memiliki sistem imun yang kuat. Oleh karena itu, mengonsumsi cacing tanah atau ekstraknya dipercaya dapat meningkatkan kekuatan sistem imun tubuh manusia.


Sirkulasi darah

Cacing tanah mengandung enzim yang dapat menghacurkan lemak jahat dalam aliran darah manusia. Dengan sirkulasi darah yang lebih lancar, beberapa penyakit seperti darah tinggi dan stroke dapat dicegah. Enzim fibrinolitik yang terdapat dalam cacing tanah dapat juga mencegah penyakit trombosis atau gangguan pembuluh darah.

Menjaga sel saraf

Kandungan cacing tanah dapat juga berguna untuk memperbaiki sistem saraf manusia. Ia dipercaya dapat meningkatkan regenerasi dan memperbaiki sel saraf yang rusak, serta menjaga kondisinya agar tetap baik.

Mengatasi konstipasi

Konstipasi adalah keadaan sulit buang air besar karena feses yang mengeras, kondisi ini jika berlanjut dapat menyebabkan luka di sekitar anus dan memicu ambien. Cacing tanah mengandung nutrisi yang dapat memperlancar sistem pencernaan yang membuat penyerapan nutrisi kembali normal dan menghentikan konstipasi.


Menjaga kadar gula darah

Permasalahan gula darah atau yang lebih dikenal dengan diabetes menjadi masalah banyak orang. Konsumsi ekstrak cacing tanah dipercaya mampu mengontrol dan menurunkan kadar gula darah. Salah satu penelitian terkait dilakukan oleh Lukman Prayitno, Universitas Surabaya tahun 2002. Ia menyimpulkan bahwa serbuk cacing tanah mempunyai efek antihiperglikemia. Percobaannya menunjukkan kadar glukosa dalam darah tikus percobaan menurun setelah konsumsi serbuk cacing tanah selama 3 hari.

Tertarik mencoba konsumsi cacing tanah? Tidak usah khawatir atau jijik, karena kini sudah banyak ekstrak cacing tanah yang tersedia dalam bentuk kapsul.