Mary Poppins Returns, Pengasuh Sakti Kembali Menyapa

Ceknricek.com - Penggemar film-film besutan rumah produksi Walt Disney tentu ingat seorang tokoh perempuan pengasuh yang punya kekuatan ajaib, Mary Poppins. Pengasuh sakti ini turun dari langit menggunakan payung sebagai parasutnya.

Film Mary Poppins tayang  54 tahun yang lalu, tepatnya 1964. Kala itu, Julie Andrews memerankan tokoh Mary Poppins dengan begitu apik. Dengan lagu-lagunya berima yang asik, Mary Poppins menjadi salah satu film musikal terbaik sepanjang masa.

Desember 2018, Walt Disney kembali mengangkat kisah Mary Poppins dan keluarga Banks dalam film Mary Poppins Return. Film ini disutradarai oleh Rob Marshall yang terkenal dengan karyanya Chicago (2002) dan Into the Woods (2014).

Di film pertama, Mary Poppins menjadi pengasuh kakak-beradik Michael Banks dan Jane Banks. Di film baru ini, mereka berdua telah dewasa, Michael Banks (Ben Whishaw) menjadi duda beranak tiga yang bekerja di bank. Sedangkan Jane Banks meneruskan perjuangan ibunya sebagai penyuara hak-hak perempuan dan buruh.

Michael membesarkan tiga anaknya, Anabel (Pixie Davies), John (Nathanael Saleh), dan Georgie (Joel Dawson) dengan berbagai sifat kebaikan. Anak-anaknya tumbuh mandiri dan peduli dengan masyarakat di lingkungannya.

Ketiga anak yakin dengan kemandirian mereka, sehingga menolak Mary Poppins yang mengajukan diri menjadi pengasuh. Ia tahu bahwa keluarga Banks tengah ditimpa masalah berat, terancam kehilangan tempat tinggal.

Mary Poppins tetap bersikeras mengasuh anak-anak Michael, sama seperti dulu, saat orang tua Michael dan Jane tengah menghadapi masalah.

Bagi penonton yang belum mengenal Mary Poppins, tenang saja karena Anda bernasib sama dengan Anabel, John, dan Georgie. Anda pasti dibuat kesal dengan tingkah laku Mary Poppins yang terlalu cerewet dan seperti bos. Namun, di saat bersamaan, Anda juga dibuat takjub dengan kemampuan sihirnya yang unik.

Jack (Lin-Manuel Miranda) adalah penyulut lampu jalanan London yang berteman dengan keluargIa a Banks.  Tokoh ini mengenalkan Mary Poppins kepada tiga bersaudara dan kepada penonton yang belum mengetahuinya.

Film Mary Poppins Return mengangkat pesan tentang cinta kepada rumah dan keutuhan sebuah keluarga. Dihadirkan dengan rententan lagu-lagu yang mengandung pesan-pesan kebaikan untuk anak-anak dan dewasa yang menontonnya.

Lagu-lagu yang kebanyakan bertempo cepat, hadir dalam aransemen musik orkestra sehingga seru didengarkan. Selain mengandung pesan-pesan yang bagus, lirik lagu yang dihadirkan sangat menarik karena menggunakan rima seperti layaknya pantun.

Misalnya lagu “A Cover Is Not the Book” yang mengajak anak-anak untuk membaca. Sebagian liriknya berbunyi “Cover is not the book. So open it up and take a look. Cause under the cover, one discovers. That the king maybe a crook.” (sampul bukanlah buku. Jadi buka dan lihatlah. Karena di bawah sampul, satu hal ditemukan. Bahwa raja mungkin saja penjahat).

Liriknya membuat anak-anak untuk penasaran membaca buku, tidak hanya melihat sampulnya saja. Bagi orang dewasa, ini juga menjadi sebuah pengingat agar berhati-hati saat menilai seseorang dari luar. Bisa saja terlihat baik, tetapi nyatanya adalah penjahat.

Selain deretan lagu yang unik dan menyenangkan, gambaran imajinatif berupa animasi dalam Mary Poppins Return juga menjadi satu hal menarik. Beberapa adegan menampilkan imajinasi yang mungkin dibangun dalam pikiran anak-anak tentang hal-hal di sekitarnya, yang membuat dunia lebih berwarna dan menyenangkan.

Meskipun ceria dan penuh warna, film ini juga di beberapa bagian berhasil memberikan ledakan emosi yang membuat haru. Tentunya keharuan itu muncul dari kehangatan dan kedekatan kisah tentang keluarga yang dapat dirasakan siapa saja.

Mary Poppins Return dapat dijadikan tontonan yang tepat untuk mengisi liburan kali ini bersama keluarga. Tidak hanya menghibur, menontonnya membuat rasa kekeluargaan menjadi lebih erat.



Berita Terkait