Foto: pesona.travel

Menelusuri Makna Dalam Pahatan Relief di Candi Borobudur

Ceknricek.com -- Candi Borobudur menyimpan sejuta pesona. Selain sebagai tempat wisata yang cukup terkenal dengan berbagai spot foto, candi yang terletak di kota Magelang, Jawa tengah ini juga menyiratkan banyak makna. Terutama pada ukiran relief-reliefnya. 

Ukiran relief Candi Borobudur mencerminkan ajaran Buddha Mahayana, dan perjalanan Sang Buddha dimana semakin ke atas makin menyimbolkan tingkat kesempurnaan. Relief-relief tersebut selain sebagai lambang alam semesta dengan pembagian vertikal (Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu) juga mengandung maksud tertentu.

Relief-relief yang dipahatkan di dinding candi, ada yang menggambarkan urutan sebuah cerita, ada pula yang hanya berfungsi sebagai hiasan.

Relief candi yang menggambarkan sebuah cerita dibagi menurut adegannya menjadi sebuah panil atau figura, sehingga para wisatawan dapat menikmati indahnya relief Candi Borobudur.

Ada beberapa kisah yang terukir pada relief candi Borobudur, yaitu kisah karmawibhangga, Lalitavistara, jataka, avadana, gandavyuha, dan bhadracari. Berikut adalah penjelasan tentang kisah-kisah tersebut.

Karmawibhangga

Sumber: Bujangga manik

Baca Juga: Spot Indah Candi Borobudur dari Punthuk Setumbu Hingga Sunrise Merapi-Merbabu

Menceritakan tentang hukum karma yang ada di dunia. Relief ini mengisahkan manusia yang melakukan kejahatan di masa sekarang, maka akan mendapatkan balasan yang sama jahatnya di kehidupan selanjutnya. Sebaliknya, jika dia berbuat kebaikan di masa sekarang, maka akan mendapatkan balasan yang sama baiknya juga.

Lalitavistara

Sumber: Wikipedia

Kisah ini menceritakan tentang kisah hidup Sidharta Gautama sang Buddha,  dari  dia lahir hingga menjadi Buddha dan ketika sedang meditasi di bawah pohon Bodhi dan mengajarkan ajarannya yang pertama di Taman Kijang.

Jataka

Sumber: Indonesia Expat

Relief ini mengisahkan tentang reinkarnasi sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai seorang manusia. Kisah ini menggambarkan penjelmaan sang Buddha sebagai binatang yang berbudi luhur dengan segala pengorbanannya. Di antara kisahnya adalah kisah kera dan banteng.

Avadana

Sumber: borobudurpark.com

Relief ini berkisah tentang penjelmaan orang-orang suci, di antaranya ada kisah kesetiaan raja Sipi terhadap makhluk yang lemah. Makna dari cerita tersebut adalah, bahwa seorang pemimpin harus berani mengorbankan dirinya untuk kepentingan rakyat kecil dan semua makhluk.

Gandavyuha-Badracari

Sumber: blog.ub.ac.id

Relief ini berkisah tentang esoteris agama Buddha Mahayana mengenai anak muda bernama Sudhana yang berkelana mencari pengetahuan dan kebijaksanaan tertinggi. Dia melakukan perjalanan religi keliling India untuk menemui guru-guru atau para sahabat spiritual.

BACA JUGA: Cek AKTIVITAS KEPALA DAERAH, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait