Menguak Sosok Akidi Tio, Si Penyumbang 2 Triliun | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Sumber: Istimewa

Menguak Sosok Akidi Tio, Si Penyumbang 2 Triliun

Ceknricek.com—Misterius. Begitu kesan si penyumbang 2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Palembang, Sumatera Selatan. Dengan jumlah sumbangan sebegitu besar, publik memang penasaran, apa bisnis Akidi Tio.Minimal, dari mana saja pundi pundi uangnya yang begitu melimpah, yang konon dikumpulkan atas nama anak anaknya. Akidi sendiri sudah meninggal dunia cukup  lama. Sekitar 2009 dan dimakamkan di Palembang.

Beragam info dicari. Pintu masuk pertama tentu saja datang dari dokter Hardi Dermawan, dokter keluarga Akidi, yang mengantar anak Akidi menyerahkan sumbangan secara simbolis. Menurut dokter Hardi, Akidi adalah penguasaha bangunan dan perkebunan. Namun ia tidak banyak mengungkap sosok Akidi, lantaran hubungannya selama ini sebatas dokter dan keluarga pasien.

Tak kunjung ketemu profilnya, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mencoba menelisik lewat jaringan yang ia miliki. Lagi-lagi masih mengandalkan informasi dari dokter Hardi. Darmawan. Kali ini Hardi memberi gambaran sekilas. Akidi dikenal sebagai orang yang rendah hati dan tidak suka menunjukan identitasnya. Setiap datang ke tempat praktik Hardi, Akidi selalu hanya mengenakan baju dan celana putih.

Menurut pengakuan Hardi, Akidi Tio pernah punya pabrik kecap, mebel, kebun sawit dan kontraktor bangunan. Tak puas, Dahlan mencoba menghubungi teman teman pengusaha Tionghoa di Palembang. Namun lagi lagi mentok. Mereka tak ada yang tahu siapa Akidi Tio. Dahlan hanya berujar, banyak pengusaha seperti Akidi Tio. Ke mana mana pakai baju murah,sepatu butut, ogah banyak ngomong tapi uangnya banyak sekali.

Terakhir, Ketua MPR Bambang Soesatyo, memberi informasi menari. Lewat instagramnya, Bamsoet –begitu panggilan Bambang Soesatyo, menceritakan jika Akidi Tio memulai usaha kecap hingga akhirnya memiliki pabrik kecap di Palembang.

Selain itu, Akidi Tio juga punya kelenteng di 10 Ulu dan beberapa tempat di Palembang. Bamsoet juga mengungkap jika Akidi punya perusahaan Cipta Futura di Muara Enim. Ia juga pengusaha tambang batu dolomit yaitu batu pembuat pupuk.Akidi disebut pernah bersumpah kepada keluarganya yang bernama Thong Ju, seorang China Palembang yang kaya raya di era Presiden Soekarno.

Dia berjanji jika menjadi kaya, maka akan memberikan sumbangan kepada masyarakat Palembang. Tak hanya itu, Akidi  juga sering menyumbang dalam jumlah besar di Sumatera Selatan dan di beberapa wilayah di Indonesia seperti panti asuhan yatim, orang cacat dan buta. Bamsoet menambahkan, Akidi punya hubungan saudara dengan salah satu menteri perdagangan Singapura.

Akidi juga punya  PT Cipta Futura atau CIFU yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.CIFU mengembangkan strategi terpadu untuk memproduksi dan mengolah produk sawit dan memanfaatkan keuntungan dari berbagai kondisi alam yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu penghasil minyak sawit ideal di dunia. Selain perkebunan CIFU juga memiliki pabrik minyak kelapa sawit matang untuk pengolahan.

Sampai disini, mungkin publik lumayan mendapat gambaran siapa almarhum Akidi Tio. Persoalan berikutnya adalah kapan uang sumbangan itu akan diserahkan, bukan secara simbolis. Sejauh ini belum ada kepastian, karena mencairkan uang 2 Triliun bukanlah perkara mudah. Termasuk siapa yang bakal menerima, dan akan digunakan untuk apa saja, agar sumbangan itu tidak salah alamat…


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait