Mentang Mentang Perdana Menteri Jangan Seenaknya Jenguk Keluarga | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Foto : Istimewa

Mentang Mentang Perdana Menteri Jangan Seenaknya Jenguk Keluarga

Ceknricek.com -- Jadi Perdana Menteri Australia memang ada enaknya: kepala pemerintahan federal; dapat kediaman resmi; ada pesawat khusus; dan macam-macam hak istimewa lainnya. Namun nah ada namunnya: Jangan sekali-kali seenaknya berbuat. Meski tidak melanggar hukum atau ketentuan.

Belakangan ini, ada dua negara bagian di Australia yang memang babak-belur dibuat COVID-19 – New South Wales, yang ibukota Sydney,dan Victoria yang ibukotanya adalah Melbourne. Jadi tidak mengherankan kalau kedua kepala pemerintahan kedua negara bagian tersebut menerapkan berbagai keterbatasan dalam rangka upaya untuk melawan si “CORONA” – dan ketentuan ini memang berlaku untuk semua, dengan pengecualian-pengecualian yang masuk akal.

Daerah Wilayah Ibukota Canberra juga tidak luput dari gangguan COVID-19, karenanya kepala daerah wilayah ibukota mengenakan pembatasan yang wajib dipatuhi semua orang, termasuk Perdana Menteri Scott Morrison. PM Scott Morrison resminya berdomisili di kota Sydney bersama isteri dan kedua orang putrinya, sementara “kantornya” adalah di ibukota Canberra, terletak sekitar 300 km dari Sydney. Apabila parlemen bersidang, maka semua wakil rakyat harus “tumpah” ke Canberra, di mana umumnya mereka menginap di apartemen-apartemen sewaan. Ada juga para anggota parlemen alias wakil rakyat yang kongsi sewa apartemen selama mengikuti sidang parlemen, sementara Perdana Menteri tinggal di wisma resmi bernama The Lodge, dengan kantor di gedung parlemen.

Syahdan akhir pekan lalu, Perdana Menteri Scott Morrison yang sedang berada di Canberra karena wajib menghadiri sidang parlemen, memutuskan untuk berangkat ke Sydney guna menjenguk keluarganya, terutama kedua anak perempuannya yang masih kecil-kecil karena Hari Ahad lalu di Australia dirayakan Hari Ayah.Di Australia yang namanya Hari Ayah, Hari Ibu, memang cukup meriah dirayakan khususnya di dalam lingkungan keluarga masing-masing. Ada kebiasaan pada hari itu, anak atau anak-anak akan menyiapkan sarapan untuk sang ayah, dan memberinya hadiah. Semua ini merupakan cerminan dari keakraban keluarga. Pokonya sang ayah menjadi Raja Sehari.

Menjelang akhir pekan lalu PM Scott Morrison, dengan menggunakan pesawat VIP Perdana Menteri berangkat ke Sydney dan selama beberapa hari kemudian terus berada di kota itu, di mana ia adalah salah seorang wakil rakyat terpilih untuk kota tersebut, setelah, tentunya berada di tengah-tengah keluarga ketika Hari Ayah tiba. Menurut kantor Perdana Menteri, Scott Morrison telah mendapat izin dari Dinas Kesehatan Wilayah Ibukota Canberra untuk terbang ke Sydney dan kemudian kembali ke Canberra setelah kunjungannya selesai, dengan beberapa syarat yang wajib dipatuhi. Seperti membatasi gerak geriknya di ibukota dan sering mengikuti pengujian COVID-19. Bisa dibayangkan betapa bahagianya kedua putri Perdana Menteri karena pada hari yang dianggap cukup bermakna itu mereka dapat berbuat sesuatu untuk sang ayah.

Tetapi kebahagian itu tidak berlanjut, karena tiba-tiba mantan pimpinan Oposisi Australia Bill Shorten, juga seorang anggota parlemen dan anggota kabinet bayangan, mengecam Scott Morrison, yang ditudingnya kurang bijaksana dalam melakukan penilaian.

“Terus terang, pada hemat saya PM Scott Morrison kurang bijaksana. Saya agak terkejut ketika membaca tentang kunjungannya itu,” kata Bill Shorten. “Bukan berarti bahwa dia (PM Morrison) tidak berhak untuk menjenguk anak-anaknya, tapi kan semua orang tua (terutama ayah) di Australia pada hari itu ingin berada bersama anak mereka. Jadi kalau mereka-mereka itu harus gigit jari (tidak bisa berada di tengah-tengah atau bersama anak mereka pada hari itu) maka pantaslah kalau Perdana Menteri juga menahan diri,” katanya lagi.

“Tidak boleh ada satu ketentuan untuk Perdana Menteri Morrison dan satu ketentuan untuk orang lain. Itu adalah sikap yang keterlaluan” tambahnya lagi.

Perdana Menteri Scott Morrison sangat tersengat dengan kecaman itu, dan langsung menanggapinya dengan menuduh pengecamnya Bill Shorten ingin main “politik murahan”.

“Dia harusnya tahu saya mesti bolak-balik antara kantor (Canberra) dan Dapil/rumah saya di Sydney. Dan saya punya izin dan patuh segala ketentuan,” katanya membela diri.

Kepala Dinas Kesehatan Ibukota Canberra tidak bersedia ikut campur dalam kecam-mengecam ini, kecuali mengatakan bahwa para anggota parlemen berstatus sebagai “pekerja essential” alias mereka yang punya tugas-tugas yang wajib dilaksanakan. Kebetulan dalam pesan Hari Ayah di instangramnya Perdana Menteri Morrision menyertakan foto yang diambil bersama keluarganya sebelum Australia dilanda pandemik. Jadi seakan-akan dia ingin menyembunyikan kehadirannya dalam perayaan Hari Ayah keluarganya.

Dalam hal kunjungan-kunjungannya PM Morrison memang kurang mujur. Baru-baru ini, sebagai tamu khusus, dia turut menghadiri KTT G7 di Inggris. Ketika berada di negara itu ia menyempatkan berkunjung ke kampung halaman keluarganya yang memang berasal dari Inggris. Kunjungannya itu juga mejadi pergunjingan karena pada waktu umumnya rakyat Australia terkunci di negaranya gara-gara COVID-19, Perdana Menteri mereka seakan gentayangan ke sana kemari.

Menghadiri KTT G7 memang oke-oke saja, tapi kemudian “ngeluyur” ke kampung halaman keluarganya, dianggap keterlaluan dan tidak peka. Menjelang Natal tahun 2019, dia beserta keluarga terpaksa terbirit-birit kembali ke Australia dari liburan di Hawai, karena berkobarnya kebakaran hutan yang sangat dahsyat di Negara Bagian New South Wales. Waktu itu pun, dia dilabrak kiri kanan. “Kok enak-enak liburan sementara sebagian rakyat terpuruk gara-gara api yang begitu ganas!” demikian kira-kira kecaman terhadap dirinya. Kasihan? Wallahu a’lam.


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait