Ceknricek.com - Hanya sekitar 3 pekan lagi, salah satu masa liburan panjang di Indonesia (dan dunia) akan segera menghampiri. Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 tentu dinantikan banyak orang yang ingin melakukan banyak hal. Mulai berkunjung ke sanak saudara, pulang kampung atau berlibur sekadar melepas penat.

Di masa genting ini, jalanan akan semakin ramai dan padat, jalan tol menjadi salah satu insfrastruktur yang harus disiapkan untuk menghadapi masa libur. Oleh karena itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan persiapan tol Trans Jawa.

Basuki meninjau 4 ruas Tol yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember ini.

Basuki mengungkapkan hal tersebut saat membuka Fokus Grup Diskusi bertema “Revitalisasi Industri Jalan Tol: Menyongsong Konektivitas Jalan Tol Trans Jawa dan Sumatera”. FGD tersebut digelar di Gedung Auditorium Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (5/12).

Keempat ruas tol tersebut yakni, Tol Pemalang – Batang (33 Km), Batang – Semarang (75 Km), Salatiga – Solo (33 Km) dan Wilangan – Kertosono (39 Km),” jelas Basuki.

Empat ruas tol tersebut membentang total sepanjang 180 KM. Target dari pemerintah, Tol Trans Jawa akan tersambung sepanjang 870 KM mulai dari Merak, Banten hingga Surabaya, Jawa Timur. Jokowi juga menargetkan agar keseluruhan ruas tol tersebut telah siap digunakan saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 tiba.

Jokowi juga menyatakan keinginannya untuk menjajal jalur tol untuk memperkirakan waktu tempuh perjalanan mulai dari Jakarta mencapai Surabaya.

Saya mau coba naik mobil berapa jam sekarang,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan CEO Networking 2018, di Ballroom 1 dan 2, The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta pada Senin (3/12).

Menteri PUPR menilai bahwa pembagunan 3 ruas tol yang ia tinjau sudah tinggal sedikit lagi. Ruas tersebut adalah Pemalang – Batang, Batang – Semarang, dan Salatiga – Solo. Untuk ruas Wilangan – Kertasono, ia menilai pekerjaan sudah 95%.

Sejuh ini, progres pembangunan ruas tol Pemalang – Batang, Batang – Semarang, Salatiga – Solo sudah mencapai 99%. Sementara ruas Wilangan – Kertosono sudah mencapai 95 persen,” katanya.

Basuki menambahkan, tidak ada pekerjaan besar lagi yang harus diselesaikan, hanya beberapa pekerjaan kecil untuk menyempurnakan tol.

Tinggal penyelesaian pekerjaan yang kecil-kecil, seperti median concrete barrier,” imbuh Basuki.

Median Concrete Barrier merupakan pemisah jalur lalu lintas yang terbuat dari beton. Pemisah ini digunakan untuk keamanan pengemudi yang berlawanan arah atau searah, serta untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di jalan tol.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani.

Desi mengungkap pihaknya berusaha sepenuh tenaga agar pekerjaan selesai tepat pada waktunya dan sesuai permintaan pemerintah.

Para pelaku industri jalan tol sejauh ini terus berupaya untuk menyelesaikan proyek yang tengah digarap. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di tanah air,” ujarnya.