Foto: Istimewa

Mgr Siprianus Hormat Pr Diangkat Paus Sebagai Uskup Ruteng

Ceknricek.com -- Paus Fransiskus di Vatikan menetapkan Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Siprianus Hormat, Pr sebagai Uskup Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pastor berusia 53 tahun itu menggantikan posisi dari Hubertus Leteng yang mengundurkan diri pada 11 Oktober 2017.

"Penahbisan Romo Siprianus Hormat sebagai uskup akan dilaksanakan tiga bulan setelah pengumuman penetapan uskup terpilih berlangsung," kata Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfonsius Segar seperti dilansir Antara, Kamis (14/11).

Pengumuman penetapan Uskup Ruteng di Pulau Flores itu dilakukan dalam ibadat sabda di Gereja Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (13/11). Keputusan ini disambut baik oleh ratusan ribu umat Katolik di Manggarai Raya yang meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Mgr Siprianus Hormat Pr Dilantik Paus Sebagai Uskup Ruteng
Sumber: Gettyimages

Mereka menantikan pengganti dari Hubertus Leteng, yang sebelumnya mundur terkait skandal seks dan uang. Menurut laporan BBC, Hubertus Leteng mundur pada 11 Oktober 2017 dan diminta mengembalikan uang gereja sebesar Rp1,6 miliar. Meski demikian, dalam surat pengumuman pengunduran dirinya, kedua hal itu tidak disinggung Vatikan.

Usai pengunduran diri dari Hubertus Leteng, Keuskupan Ruteng dipimpin sementara oleh Uskup Denpasar, Mgr Silvester San Pr sebagai Administrator Apostolik. Keuskupan Ruteng secara geografis meliputi tiga kabupaten di Pulau Flores bagian barat, yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Dari populasi sekitar 820.000 jiwa penduduk di tiga kabupaten itu, 96,36 persen di antaranya merupakan penganut Katolik.

Mgr Siprianus Hormat Pr Dilantik Paus Sebagai Uskup Ruteng
Sumber: Gettyimages

Baca Juga: Dua Menteri Hadiri Pelantikan Kardinal Mgr Ignatius Suharyo di Vatikan

Ajaran Agama Katolik masuk ke tanah Manggarai antara tahun 1910-1911, berkat misionaris Serikat Yesus (SJ) yang datang ke wilayah barat Pulau Flores itu untuk membaptis sejumlah penduduk setempat. Pembaptisan pertama terjadi pada 17 Mei 1912 di Jengkalang Reo. Saat itu ada lima orang dibaptis menjadi Katolik.

Saat merayakan usia seabad pada 2012 lalu, jumlah umat Katolik di Keuskupan Ruteng yang meliputi Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur tercatat sebanyak 755.208 jiwa. Mereka tersebar di 80 paroki, dan terbagi dalam 2.500 Komunitas Umat Basis (KUB). Umat tersebut dilayani sekitar 227 imam dari pelbagai ordo dan tarekat.

Uskup Kelima

Mgr Siprianus Hormat Pr akan menjadi uskup kelima dari keuskupan yang diresmikan pada pada 3 Januari 1961 itu. Sebelumnya, keempat uskup itu ialah Mgr Wilhelmus van Bekkum, SVD (1961-1972), Mgr. Vitalis Jebarus, SVD (1973-1981), Mgr. Eduardus Sangsun, SVD (1985-2008) dan Mgr. Hubertus Leteng Pr (2010-2017).

Romo Siparinus Hormat lahir di Cibal, Kabupaten Manggarai pada 16 Juli 1966. Alumni dari STFK Ledalero ini ditahbiskan menjadi imam tahun 1995. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng dan menjadi pastor kapelan di Paroki Cewonikit, Ruteng hingga 1996. 

Sejak 2012, Romo Sipri berada di Jakarta menjadi Sekretaris Komisi Seminari KWI dan sekretaris harian BKBLII KWI. Ia juga menjadi ketua UNIO Indonesia sejak 2014.

Mgr Siprianus Hormat Pr Dilantik Paus Sebagai Uskup Ruteng
Sumber: Sesawi.net

Baca Juga: Organisasi Persaudaraan Bentukan Paus Fransiskus dan Ahmed Al-Tayeb Akan ke Indonesia

Menurut Hukum Gereja Katolik Roma, Keuskupan atau dioses adalah bagian umat Katolik yang tinggal dalam suatu daerah dengan batas-batas tertentu, dengan seorang uskup yang adalah pengganti para rasul Yesus Kristus yang mempersatukan mereka sebagai guru dalam ajaran, imam dalam ibadat suci dan pelayan dalam kepemimpinan.

Keuskupan juga disebut Gereja Partikular dalam relasi dengan Gereja Semesta (Universal) yang dipimpin Paus. Hanya Paus yang mempunyai wewenang untuk mendirikan suatu Keuskupan setelah mendengarkan alasan-alasan yang diajukan para Uskup di daerah itu.

Pada umumnya suatu Keuskupan dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil, yang disebut Paroki, dimana Uskup dibantu Pastor Paroki dalam melaksanakan tugas pemersatu, sebagai guru ajaran, imam dalam ibadat dan pelayan dalam kepemimpinan.

Mgr Siprianus Hormat Pr Dilantik Paus Sebagai Uskup Ruteng
Sumber: Gettyimages

Di Indonesia saat ini, terdapat 38 keuskupan, 10 keuskupan di antaranya merupakan keuskupan agung, 27 merupakan keuskupan sufragan (relasi keuskupan agung), dan satu ordinariat militer.

Enam di antara sepuluh Keuskupan Agung didirikan bersamaan dengan pendirian hirarki Gereja Katolik Roma di Indonesia pada tanggal 3 Januari 1961, yaitu Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Agung Pontianak, dan Keuskupan Agung Semarang.

Empat lainnya ialah Keuskupan Agung Merauke didirikan pada tanggal 15 November 1966, dan Keuskupan Agung Kupang didirikan pada tanggal 23 Oktober 1989. Kemudian Keuskupan Agung Samarinda didirikan pada tanggal 29 Januari 2003, dan Keuskupan Agung Palembang didirikan pada tanggal 1 Juli 2003.

BACA JUGA: Cek OPINI, Opini Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait