Foto: Shutterstock

Mimpi Lagi Tentang Kejayaan Minyak Kita

Ceknricek.com -- Banyak ahli menyebut era minyak segera lewat. Presiden Joko Widodo juga mengamini pendapat itu. Saat berpidato pada Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8), Wong Solo ini bilang, kejayaan sektor minyak nasional sudah selesai. Ia menekankan pentingnya pembangunan SDM untuk mengandalkan teknologi di ekonomi mendatang.

"Sekali lagi, pentingnya sumber daya manusia bagi sebuah pembangunan. Oleh sebab itu, setelah 5 tahun setelah fokus pada infrastruktur, 5 tahun ke depan fokus pada SDM. Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai, kejayaan komoditi SDA sudah hampir selesai, fondasi kita ke depan percayalah SDM kita yang berkualitas," ujarnya.

Apa yang dibilang Jokowi tidak salah-salah amat. Kendati demikian, kita juga menyaksikan alam tetap saja bermurah hati. Itu sebabnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap bercita-cita mengembalikan kejayaan minyak Indonesia. SKK migas tetap mengimpikan bisa mencetak produksi minyak mencapai satu juta barel per hari pada 2030 mendatang.

Mimpi Lagi Tentang Kejayaan Minyak Kita
Sumber: Jayantaranews

Impian seperti itu, tentu saja, boleh-boleh saja. Sebab jika mengaca pada temuan-temuan sumur minyak baru belakangan ini, mimpi itu bukan mustahil bisa menjadi kenyataan. Lagi pula masih banyak cekungan-cekungan sedimen yang dimiliki Indonesia yang masih perawan karena belum dijamah.

Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, pernah menyebut Indonesia memiliki 129 cekungan sedimen, dan ada 58% (74 cekungan sedimen) yang belum dieksplorasi dan sebagian besar berada di Kawasan Timur Indonesia baik onshore maupun offshore.

Adapun, 42% di antaranya sudah dieksplorasi dan 14% (18 cekungan) sudah produksi, 9% (12 cekungan) sudah dibor dan ditemukan minyak, serta 19% (24 cekungan) sudah dibor tetapi tidak ditemukan minyak.

Lalu, belum lama ini juga muncul kabar gembira dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Blok Cepu. Di sana ditemukan cadangan minyak baru yang sangat besar. Direktur Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan setelah dilakukan analisis, ternyata terdapat tambahan cadangan minyak untuk Blok Cepu. Dengan adanya penambahan cadangan ini, produksi minyak dari blok yang dioperasikan ExxonMobil ini diperkirakan bisa digenjot dari posisi saat ini 225 ribu bph.

Capaian produksi ini merupakan yang terbesar di Indonesia, atau raksasa dibandingkan blok lainnya termasuk Blok Rokan di Sumatera. "Dengan adanya ini, produksi Blok Cepu bisa kami shoot menjadi 235 ribu bph," tutur Fatar, seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (8/8).

Mimpi Lagi Tentang Kejayaan Minyak Kita
Blok Rokan (Sumber: Tirto)

Peningkatan produksi tersebut tentu saja masih harus melalui uji produksi tingkat tinggi (high rate test/HRT) selama enam bulan. Artinya, ini diperkirakan akan berakhir maksimal pada November nanti.

Uji coba produksi diperlukan untuk memastikan keamanan upaya peningkatan produksi. Jika uji coba berhasil, langkah berikutnya adalah mengubah analisa dampak lingkungan (AMDAL) untuk Blok Cepu. Namun, peningkatan produksi ini tidak perlu ada rencana pengembangan (plan of development/PoD) baru yang diajukan.

Blok Cepu dioperatori Exxon Mobil. Berdasarkan data SKK Migas, pada tahun ini, lifting minyak blok ini ditargetkan sebesar 216 ribu bph. Sampai akhir semester I-2019, realisasi lifting tercatat sebesar 220 ribu bph. Produksi minyak Blok Cepu ini naik dibandingkan realisasi sampai akhir tahun lalu sebesar 209 ribu bph.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut angka tersebut lebih tinggi dari yang ada di proposal pengembangan (PoD) yang disetujui di awal, yakni sebesar 165 ribu bph.

Baca Juga: Harga Minyak Jatuh di Tengah Ketegangan AS - China

Jika dilihat melalui kinerja angka, produksi Blok Cepu kini telah menyalip produksi Blok Rokan, yang sebelumnya didaulat menjadi blok tersubur di Indonesia. Blok Rokan memproduksi rata-rata 190 ribu bph lantaran masuk dalam kategori mature.

Meski demikian, keduanya tetap merupakan tumpuan produksi dan lifting minyak nasional. Secara umum, total lifting migas Indonesia sebesar 1,8 juta boepd dengan rincian, lifting minyak 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 1,06 juta boepd. Target lifting migas 2019 diproyeksikan tercapai pada semester II-2019, mengingat 9 dari 11 proyek yang akan mulai berproduksi (onstream) di kuartal tiga dan kuartal empat tahun 2019

Mimpi Lagi Tentang Kejayaan Minyak Kita
Sumber: Indoplaces.com

Lokasi Blok Cepu berada di antara Kabupaten Blora provinsi Jawa Tengah dengan Bojonegoro provinsi Jawa Timur. Kini daerah ini menjadi lokasi ladang minyak paling basah di Indonesia.

Sekadar mengingatkan, ExxonMobil selaku operator pertama kali menemukan lapangan Banyu Urip dengan cadangan mencapai 450 juta barel. Mulai berproduksi pada 2008 dengan kapasitas 20 ribu barel sehari pada tahun 2009, dan terus naik sampai sekarang.

Tak hanya itu, pada 2011, ExxonMobil kemudian menemukan cadangan baru di lapangan Kedung Keris dan akan beroperasi penuh pada Kuartal III 2019 dengan proyeksi penambahan produksi sebesar 10 ribu bph.

Pada awal Desember 2018, cadangan Blok Cepu meningkat setelah operator melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah. Cadangan Lapangan Banyu Urip mengalami penambahan dari 729 juta barel menjadi 823 juta barel.

Migas Raksasa

Kembali ke mimpi 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2030. Fatar mengatakan untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak Indonesia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni dengan fasilitas Enhance Oil Recovery (EOR), workover sumur, dan juga penemuan cadangan migas raksasa. "Hampir 60% lapangan kita itu mature. Makanya, untuk meningkatkan produksi dan lifting caranya dengan mempercepat onstream production, EOR dan workover," katanya.

SKK Migas juga mengungkapkan adanya temuan cadangan migas raksasa. Melalui pusat data Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI), SKK Migas mampu memetakan potensi cadangan minyak dan gas besar di Indonesia. "Dari pemetaan tersebut, IOGI mengevaluasi lebih lanjut 19 cekungan produksi yang memiliki 126 proven plays dan mendapatkan potensi sumber daya 'yet to find' sebesar 8,3 miliar setara barel minyak (boe)," tutur Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, April silam.

Mimpi Lagi Tentang Kejayaan Minyak Kita
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (Sumber: Malukuterkini)

SKK Migas telah menemukan cadangan gas yang signifikan di Wilayah Kerja Sakakemang, Sumatra Selatan. Menurut Dwi, initidak terlepas dari hasil evaluasi SKK Migas dalam memetakan sepuluh area potensial giant discovery.

Selain Sumatra Selatan, masih terdapat sembilan area potensial giant discovery lainnya yang berlokasi di Sumatra Utara, Sumatra Tengah, Tarakan Offshore, North East Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua, Bird Body Papua, dan Warim Papua.

Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan terdapat lima cekungan yang berpotensi menemukan giant and significant discovery, yaitu Cekungan Sumatra Utara, Sumatra Selatan, North East Java, Kutai, dan Pre-Tertiary Passive Margin. "Indonesia masih berpeluang menemukan paling tidak dua giant fields dengan masing-masing sumberdaya di tempat sebesar 770 juta boe," imbuh Dwi.

Lebih jauh lagi, Badan Geologi Kementerian ESDM telah merekomendasikan lima wilayah di Kawasan Timur Indonesia yang berpotensi untuk ditemukannya lapangan minyak besar (giant field) yaitu Blok Selaru (Cekungan Aru-Tanimbar), Blok Arafura Selatan (Cekungan Arafura), Blok Boka (Cekungan Akimeugah), Blok Atsy, (Cekungan Sahul) dan Blok Agats Barat (Cekungan Sahul).

Baca Juga: SKK Migas dan Inpex Corporartion Resmi Teken Kerjasama Blok Masela

"Pada Blok Selaru telah diidentifikasi dua lead pada Mesozoic deltaic play dengan sumberdaya potential P50 untuk skenario gas sebesar 4.8 Trillion Cubic Feet (TCF) dan skenario minyak sebesar 4060 MMBO," jelasnya.

Berdasarkan hasil akuisisi seismik 2D yang dilakukan Badan Geologi pada 2017 sepanjang 1600 km di blok Arafura Selatan, telah diidentifikasi dua lead pada Aptian Prograding shoreface play (sudah terbukti pada lapangan-lapangan di Papua Nugini) dan Permian fluvio-deltaic lacustrine pinchout (terbukti di lapangan migas Australia bagian utara). Total sumber daya potential untuk skenario gas sebesar 7,36 TCF dan skenario minyak sebesar 6.144,54 MMBO.

"Untuk Blok Boka dan Blok Atsy kami melaksanakan survei Passive Seismic Tomography (PST) telah diidentifikasi 4 lead pada Jurassic sand play di Blok Boka, dengan total sumberdaya potential P50 untuk skenario gas sebesar 1.1 TCF dan untuk skenario minyak sebesar 930 MMBO," papar Rudy.