Foto: RMOL

Misteri Cekal Rizieq Shihab

Ceknricek.com -- Sesungguhnya Rizieq Shihab dicekal apa tidak, sih? Kalau tidak dicekal, mengapa Imam Besar Front Pembela Islam atau FPI ini tidak bisa mudik?

Pertanyaan itu mengapung dalam benak publik setelah Habib Rizieq mengaku dirinya dicekal maka tidak bisa pulang ke Indonesia.

Kisah Habib Rizieq ini memang unik. Awalnya, sang imam memimpin berbagai demo yang melibatkan jutaan umat Islam menuntut pelengseran Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Tiba-tiba ia dijerat polisi dengan tuduhan chat mesum. 

Pada April 2017, Rizieq bertolak ke Mekkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah umrah. Kala itu, polisi tengah mengais-ngais kasus chat (percakapan) via WhatsApp berkonten pornografi yang dituduhkan terhadap dirinya dengan seorang perempuan bernama Firza Husein.

Habib memilih berlama-lama di Tanah Suci. Dia menganggap ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya. Setahun berjalan, polisi menghentikan kasus tersebut dengan alasan tidak cukup bukti.

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Antara

Masalahnya, hingga kini, Rizieq tak juga kunjung pulang ke Tanah Air. Pada pilpres kemarin imam ini mengarahkan makmumnya untuk mendukung capres Prabowo-Sandiaga. Pilpres selesai. Prabowo kalah, lalu dapat anugerah jabatan Menteri Pertahanan. Rizieq dilupakan. 

Nah, nama Rizieq kembali mengapung belakangan ini. Melalui video yang tersebar di YouTube, Rizieq menyatakan bahwa dirinya tak bisa pulang dari Arab Saudi ke Indonesia lantaran ditangkal oleh pemerintah untuk masuk ke Tanah Air. Video itu pun dengan cepat tersebar di media sosial dan ramai diperbincangkan publik. 

Video tersebut bersumber dari kanal televisi milik FPI, Front TV, saat Rizieq menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Video diunggah pada 8 November 2019. 

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Front tv

Baca Juga: Khilafah Pancasila FPI

Selanjutnya, Habib Rizieq Syihab (HRS) Center membuat alur kronologis fakta hukum pencekalan Rizieq itu. Menurut HRS Center, pihaknya punya copy dokumen imigrasi Kerajaan Saudi Arabia. Ada dua surat perintah cekal dari penyidik umum kantor intelejen Kerajaan Saudi Arabia. Perintah pertama tertanggal  1 Syawal 1439 H/15 Juni 2018 dengan nomor perintah 68447. Sedangkan perintah kedua, tertanggal 29 Rabiul Awwal 1439 H/7 Desember 2018, dengan nomor perintah 26138.

Surat perintah itu berisi larangan keluar atau larangan bepergian bagi Habib Rizieq. Dalihnya adalah alasan keamanan.

Sudah tiga kali Habieb berusaha keluar wilayah Saudi Arabia namun gagal. Usaha pertama pada 8 Juli 2018. Usaha ini kandas, sehingga diundur tanggal 12 Juli 2018. Ini pun tak berhasil. Lalu mundur lagi pada tanggal 19 Juli 2018. Upaya ini pun tak membuahkan hasil. Usaha ketiga, pada 19 Juli 2018, namun gagal lagi. Pada tangal 20 Juli 2018, masa berlaku visa bisnis multiple Rizieq habis sehingga overstay sampai sekarang.

Pada September 2018 lalu, Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia di Indonesia, Usamah Asy-Syu’aibi, dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi menjelaskan negaranya tidak pernah mencegah seseorang keluar dari Saudi. Hanya saja, Saudi memiliki perhatian atas keamanan Habib Rizieq. Apabila Habib ingin pulang, maka dia bebas untuk pergi kemana pun, kecuali di pihak lain tidak menginginkannya kembali. 

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Demokrasi

Menurutnya, Rizieq punya hak untuk tinggal di Saudi sesuai dengan aturan resmi negeri itu. Namun, bila dia ingin kembali ke Jakarta, dia juga bebas untuk pergi. ”Tapi Anda harus tanya kepada pemerintah Anda,” ujar Usamah. “Kami tidak pernah menghalanginya jika dia ingin pergi ke mana pun, kecuali apabila ada sesuatu yang berakibat pada keselamatan nyawanya,” lanjutnya.

Dari penjelasan itu, HRS Center, meyakini ada indikasi kuat adanya permintaan cekal dari pemerintah Indonesia. "Surat tersebut (surat pencekalan) sudah lama ada, namun selama ini Habib Rizieq menjaga martabat negara Indonesia dalam hubungan dengan pihak Kerajaan Saudi," kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif,  di Sekretariat DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (11/11). 

Janji Prabowo

Prabowo pernah berjanji akan memulangkah Rizieq. Hal itu disampaikan saat dirinya masih berstatus sebagai calon presiden RI periode 2019-2024. Sayangnya, dia kalah dan kini menjadi Menteri Pertahanan. 

Pada Selasa (12/11), Prabowo menerima kunjungan dari perwakilan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi. Banyak pihak berharap pertemuan itu juga membahas nasib Rizieq. "Mudah-mudahan (bisa bahas soal Rizieq), nanti kita lihat," jawab Prabowo mengomentari keinginan itu. 

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Tempo

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, membantah adanya cekal terhadap Rizieq.  "Enggak ada, enggak ada," ujar Yasonna kepada wartawan ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/11).

Dalam video itu, Rizieq menunjukkan dua lembar surat yang disebut sebagai surat pencekalan. "Jadi kedua surat ini merupakan bukti-bukti nyata, real autentik, kalau saya memang dicekal oleh pemerintah Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia. Sekali lagi, pemerintah Saudi setiap saat siap untuk mencabut pencekalan saya kalau ada jaminan resmi pemerintah Indonesia, kalau saya ini tidak diganggu, kalau saya ini tidak diusik daripada keamanan dan keselamatan saya beserta keluarga," tegasnya. 

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Istimewa

Baca Juga: Dubes RI di Arab Saudi: Rizieq Diwajibkan Bayar Denda Karena "Overstay"

Menurut Rizieq, pihaknya sudah mencoba memberikan pengertian bahwa  dirinya aman. Tapi pemerintahan Saudi belum bisa menerima alasan tersebut, sehingga mereka belum mau mencabut cekal atas dirinya.

"Jadi, sekali lagi saya dicekal di sini, bukan karena saya melakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan suatu kejahatan di Saudi ini atau satu kesalahan, tidak," ujarnya.

Denda Overstay 

Jauh sebelum ini, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, pernah menuturkan Rizieq harus membayar denda overstay lebih dulu sebagai syarat agar dapat kembali ke Indonesia. Ia juga mengatakan, visa yang dimiliki Rizieq telah habis masa berlakunya pada pertengahan 2018. 

Sementara itu, visa yang diajukan Rizieq berjenis multiple entry. Artinya, setiap tiga bulan Rizieq harus keluar dari Arab Saudi untuk memperbarui izin visa. Dengan demikian, kata Agus, besaran denda yang harus dibayarkan mencapai Rp110 juta per orang.

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Istimewa

Baca Juga: Kuasa Hukum Habib Rizieq: Rekosiliasi Itu Urusan Politik.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mohammad Mahfud MD, juga memastikan bahwa pemerintah tidak mengeluarkan surat cegah atau tangkal kepada Rizieq Shihab.

"Sampai saat ini, enggak ada. Saya berkantor di sini sudah tiga minggu, enggak ada," ujarnya, Senin (11/11). Mahfud pun meminta Rizieq mengirimkan salinan surat yang dinyatakan sebagai surat pencekalan itu. 

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ingin memeriksa langsung keaslian surat yang dinyatakan Rizieq sebagai surat cegah atau tangkal resmi dari Pemerintah Indonesia. "Saya tidak tahu itu suratnya, suruh kirim ke sayalah. Kok hanya di TV begitu," katanya. "Saya ingin tahu itu surat benar? Apa surat resmi atau berita koran atau apa, kan begitu? Cuma dibeginikan (diperlihatkan) di medsos. Coba suruh kirim copy-nya ke saya, saya ingin tahu," tutur Mahfud. 

Misteri Cekal Rizieq Shihab
Sumber: Weradio

Kepala Subbagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sam Fernando, juga meyakinkan bahwa pihaknya belum menerima permintaan surat tangkal terkait Rizieq Shihab. “Ditjen Imigrasi belum menerima surat penangkalan apa pun, dari instansi mana pun, yang menyatakan Rizieq Shihab tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia," ujar Sam Fernando kepada Kompas, Senin (11/11). 

Menurut dia, apabila ada surat pencegahan atau penangkalan untuk kembali ke Tanah Air, tidak boleh diajukan oleh pribadi tertentu, tetapi harus resmi dari instansi penegakan hukum terkait.

Hingga saat ini, Ditjen Imigrasi masih mencari informasi terkait surat tangkal atau surat cegah yang dimaksudkan oleh Rizieq Shihab. "Kami juga penasaran terkait surat tersebut," ucap Sam.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait