Foto: NASA

NASA Kirim Dua Astronot Perempuan ke Antariksa

Ceknricek.com - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, akan mengirim astronot perempuan Anne McClain (39 tahun) dan Christina Koch (40 tahun) ke antariksa. Menurut rencana, mereka akan memulai perjalanan pada 29 Maret 2019 mendatang.

Dilansir Share Amerika, Rabu (20/3), NASA dalam rilisnya mengatakan perjalanan ini semuanya dilakukan oleh perempuan serta didukung oleh awak darat perempuan.

"Mary Lawrence akan bertindak sebagai direktur penerbangan utama dan Jackie Kagey menjadi pengontrol penerbangan wahana antariksa di Johnson Space Center NASA di Houston," tulis NASA.

Menurut NASA, ini merupakan tonggak yang pas untuk "Bulan Sejarah Wanita". McClain dan Koch adalah bagian dari kelas astronot NASA 2013, yang 50 persen adalah perempuan. Jumlah wanita yang menjadi astronot memang terus bertambah. Mereka dianggap masih kurang terwakili di bidang perjalanan ruang angkasa untuk saat ini.

McClain, seorang mayor di Angkatan Darat A.S., adalah seorang pilot helikopter yang terbang misi tempur selama bertahun-tahun. "Saya diberkati memiliki orang tua yang tidak pernah menempatkan kualifikasi pada apa yang dapat saya lakukan," katanya dalam video Tentara A.S. yang diposting di akun Twitter-nya.

Bekerja untuk NASA, McClain mengatakan, mereka tidak melakukan hal yang sama dua hari berturut-turut. "Kita bisa [berlatih] di air dalam pakaian luar angkasa pada hari Senin, dan di kelas bahasa Rusia pada hari Selasa, dan kemudian kita duduk di Mission Control, berbicara dengan Stasiun Luar Angkasa [Internasional] pada hari Rabu," katanya.

Astronot yang bepergian ke stasiun luar angkasa Internasional rupanya harus menumpang di pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia, sehingga keterampilan bahasa Rusia sangat diperlukan.

Berbeda dengan McClain, Koch memiliki gelar sarjana lanjutan dalam bidang teknik. Dia mulai mengembangkan instrumen ilmu ruang angkasa di NASA, dan kemudian bekerja di Antartika selama setahun, melakukan eksperimen dan membantu penelitian.

Pengalamannya di Antartika terbukti berharga. Ia mengatakan, banyak persamaan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh astronot, dalam hal "kekerasan lingkungan dan mental fisik yang dibutuhkan untuk menjadi sukses" di sana.



Berita Terkait