Tentara Sri Lanka menjaga ketat Gereja Santo Antonius di Kolombo, 25 April 2019. Foto: VOA

Pasca Toko Muslim Diserang Massa, Polisi Sri Lanka Berlakukan Jam Malam

Ceknricek.com -- Polisi Sri Lanka memberlakukan larangan keluar rumah pada malam hari setelah toko milik Muslim diserang massa. Selain toko, fasilitas yang juga menjadi sasaran kemarahan massa adalah masjid.

Dilansir Reuters, Senin (13/5) juru bicara polisi Ruwan Gunasekara mengatakan polisi menerapkan jam malam di Chilaw yang berakhir pada (Senin 13 Mei) pukul 06.00 pagi.

"Jam malam ini dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan," ujar Ruwan.

Beberapa laporan lain menyebutkan jam malam berlaku hingga Senin pagi sekitar pukul 04.00. Diperkirakan jam malam diberlakukan untuk mencegah kekerasan tidak merembet ke daerah-daerah lain.

Kekerasan pecah di Chilaw, kota di Sri Lanka barat laut, menyusul unggahan di Facebook yang ditulis oleh seorang warga Muslim setempat yang dianggap sebagai ancaman. Laki-laki yang menulis unggahan tersebut telah ditahan.

Polisi mengatakan warga salah paham terhadap tulisan di Facebook tersebut. Seorang warga Muslim setempat kepada Reuters mengatakan, karena tulisan di Facebook, massa melempari masjid dan toko dengan batu.

"Situasinya sudah membaik, tapi kami masih khawatir," kata Ruwan.

Kantor berita AFP memberitakan tentara mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghalau massa. Sejumlah pihak mengatakan, insiden ini menunjukkan ketegangan di Sri Lanka belum sepenuhnya mereda setelah serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel internasional tiga pekan silam.

Serangan bom bunuh diri tersebut menewaskan lebih dari 250 orang. Pihak berwenang mengatakan serangan dilakukan oleh kelompok militan setempat yang berafiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menyusul serangan bom bunuh diri, pemerintah menerapkan keadaan darurat. Tentara dan polisi diberi kewenangan secara penuh untuk menahan serta menangkap tersangka dalam jangka waktu yang lama.

Sejak insiden ini, organisasi Muslim mengatakan menerima puluhan laporan tentang perlakukan buruk yang diterima warga Muslim.

Jumlah populasi di Sri Lanka sekira 21 juta jiwa, sebanyak 10 persen di antaranya Muslim, sedangkan pemeluk Kristen sekira 7,6 persen. Mayoritas penduduk Sri Lanka sendiri memeluk Buddha.



Berita Terkait