Presiden Jokowi mengucapkan selamat kepada Wan Hasyim. Di belakangnya berdiri Rohidin Mersyah. Foto: Dok. Sekretariat Kabinet

Pengangkatan Pelaksana Tugas Menjadi Gubernur Bengkulu dan Gubernur Riau

Ceknricek.com - Dua orang pelaksana tugas (Plt) gubernur dilantik menjadi gubernur definitif di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12) siang. Kedua orang itu adalah Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Provinsi Bengkulu dan Wan Hasyim sebagai Gubernur Riau.

Rohidin Mersyah akan menjabat Gubernur Bengkulu pada sisa masa jabatan tahun 2016-2021. Sedangkan Wan Hasyim menjabat sisa masa jabatan tahun 2014-2019. Keduanya dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Upacara pelantikan kedua gubernur diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya oleh seluruh tamu undangan. Kemudian dibacakan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 214/P dan 215/P tentang pengangkatan Gubernur Provinsi Riau sisa masa jabatan tahun 2014-2019 dan Gubernur Provinsi Bengkulu sisa masa jabatan 2016-2021 tertanggal 23 November 2018.

Rohidin menyampaikan bahwa sebagai gubernur, ia akan meneruskan program gubernur sebelumnya.

“Kalau saya, sekarang kan kita hanya meneruskan program yang sebelumnya saya susun bersama Pak Ridwan Mukti 2,5 tahun yang lalu. Terkait dengan pembangunan infrastruktur strategis kemudian bagaimana mengelola Sumber Daya Alam Bengkulu terutama untuk tujuan ekspor, kemudian bagaimana mengembangkan sektor pariwisata dengan membuat beberapa event nasional dan internasional,” papar Rohidin.

Rohidin menggantikan mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang terjerat kasus gratifikasi. Untuk mencegah dan memberantas korupsi, Rohidin telh membentuk tim pembentukan tunas integritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia juga menyampaikan pembaruan sistem berbasis web untuk digunakan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Bengkulu akan membangun sistem pemerintahan berbasis web terutama di sektor perizinan, kemudian pelayanan publik termasuk di sektor-sektor jenjang karir kepegawaian ini dilakukan dengan berbasis web,” terangnya.

Menurut Rohidin, hal tersebut dilakukan agar mengurangi peluang terjadinya bentuk-bentuk KKN.

Sementara itu, Wan Hasyim hanya menjabat sebagai Gubernur Riau selama 2,5 bulan ke depan. Oleh karena itu, ia akan meneruskan program yang sudah direncanakan sedari awal sejak menjadi wakil gubernur.

Menurut Hasyim, masyarakat Riau sangat membutuhkan jalan tol, sehingga pembangunan akan dilanjutkan.

Program-program di Riau ini akan kita teruskan, sekarang kita kejar itu Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan Jalan Tol Pekanbaru dari Sumatra Barat. Itu sekarang konsen kita, mudah-mudahan itu segera dapat selesai,” ungkap Hasyim.

Wan Hasyim menjadi Plt karena gubernur sebelumnya telah mengundurkan diri sejak September 2018.

Tidak ada yang berubah dari saya, meskipun sebagai Pelaksana Tugas sebelum ini, kewenangan yang (sekarang) dimiliki tetap sama. Saya lanjtkan saja karena sebelumnya jadi gubernur,” pungkasnya.

Keduanya mengucap sumpah jabatan yang dipimpin Jokowi.

Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” kata Rohidin dan Hasyim mengikuti Jokowi.