Potensi Terganggunya Ekonomi China Seret Pelemahan Rupiah | Cek&Ricek
Sumber: Antara

Potensi Terganggunya Ekonomi China Seret Pelemahan Rupiah

Ceknricek.com -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat (7/2) melemah seiring potensi terganggunya ekonomi China akibat wabah virus korona. Rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,3 persen di level Rp13.675 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.635 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp13.620 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.620 per dolar AS hingga Rp13.677 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Faktor Teknis Pada Pembukaan Perdagangan Jumat 7 Februari

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.647 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.662 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi seperti dilansir Antara mengatakan People's Bank of China mengatakan sedang memantau dampak ekonomi dari wabah virus, tetapi bank sentral memiliki banyak alat kebijakan untuk mengimbangi tekanan.

Wakil Gubernur PBoC Pan Gongsheng mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat ini bahwa ekonomi China dapat terganggu pada kuartal pertama, tetapi diperkirakan akan pulih setelah virus dikendalikan. Virus korona sejauh ini telah merenggut 636 nyawa. Ada 3.143 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Kamis, sehingga totalnya menjadi 31.161 kasus.

Dari eksternal lainnya, Inggris dan Uni Eropa dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan perdagangan pada Maret mendatang, tetapi retorika yang keras dari kedua belah pihak telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negosiasi kemungkinan akan alot.

Sementara dari domestik, cadangan devisa Indonesia pada Januari 2020 tercatat 131,7 miliar dolar AS atau meningkat dibandingkan Desember 2019 sebesar 129,2 miliar dolar AS. Bank Indonesia menyatakan, dengan cadangan devisa yang terus meningkat akan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BACA JUGA: Cek BUKU & LITERATUR, Berita Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait