Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Foto: Pusat Studi al-Qur’an

Prof. Dr. M. Quraish Shihab Hadiri Deklarasi “Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia”

Ceknricek.com - Ulama dan pakar tafsir Al-Quran dari Indonesia, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, hadir dalam Deklarasi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab. Deklarasi yang disebut sebagai “Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan” itu ditandatangani Imam Besar Al-Azhar, Dr. Ahmed At-Tayyeb dan Paus Fransiskus, Senin (4/2).


Mengutip siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (6/2), acara dihadiri oleh 400 pemimpin keagamaan. Deklarasi tersebut merupakan hasil atas acara Pertemuan Persaudaraan Manusia yang digelar di Uni Emirat Arab. Pada kesempatan itu, Quraish Shihab memberikan ceramah berjudul “Persaudaraan Manusia : Tantangan dan Kesempatan”. Di hadapan para pemimpin keagamaan, ia mengatakan agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni.


Dalam ceramahnya, Quraish Shihab mengemukakan, tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan persaudaraan manusia adalah peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin, sifat rakus, tamak, egoisme serta mengesampingkan manusia dan kemanusiaan.


Quraish Shihab optimis, kesempatan untuk mewujudkan persaudaraan manusia masih terbuka luas. Bukan saja karena kita harus optimis dalam segala hal, atau karena naluri kebaikan ada dalam diri setiap insan, tetapi karena tanda-tanda ke arah itu terbentang jelas di depan mata kita. Antara lain, hubungan yang baik antara tokoh-tokoh agama, saling tukar pikiran antar sesama, dengan gagasan- gagasan yang mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia.


Quraish Shihab hadir dalam kapasitas sebagai dan anggota Majelis Hukama’ Al-Islam/ Moslem Elders Councils (Majelis Orang-orang Bijak Muslim). Organisasi ini bertujuan untuk menghindarkan kekerasan dalam bentuk apapun, serta mengedepankan dialog sambil menegaskan bahwa perbedaan pendapat harus dihormati walaupun tidak menyetujuinya. Quraish Shihab juga salah seorang pendiri bersama beberapa ulama lainnya dari Maroko, Tunisia, Uni Emirat Arab dan Nigeria. Majelis Hukama’ Al-Islam ini dipimpin Dr. Ahmed At-Thayyeb, selaku Grand Syaikh Al-Azhar, Mesir.



Berita Terkait