PWI Anugerahi Paman Birin Pena Emas | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

PWI Anugerahi Paman Birin Pena Emas

Ceknricek.com -- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Pusat , Kamis (4/2/21) siang memberikan penghargaan Anugerah  Pena Emas kepada Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, S. Sos, M.H atau populer dengan panggilan Paman Birin.

Anugerah Pena Emas adalah penghargaan tertinggi PWI yang diberikan kepada sosok yang sangat berjasa kepada PWI serta menjaga dan mengembangkan kemerdekaan pers pada umumnya.

Anugerah Pena Emas yang diterima Paman Birin adalah Anugerah Pena Emas ke 42 atau tokoh kelima pemegang Anugerah  ke- 5 di Kalimantan Selatan.

Penyerahan Anugerah Pena Emas PWI  dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari kepada Paman Birin dalam sebuah acara virtual, melalui Zoom Meeting.  Ketua Umum di kantor PWI Pusat di Jakarta, sedangkan Paman Birin di kantornya di Banjarmasin.

Sehat Karena Kritik Pers

Sesuai prosedur, sebelum mendapatkan Anugerah Pena Emas itu, Sahbirin Noor menyampaikan orasinya yang berjudul “ Sinergi Pemerintah dan Pers” selama 30 menit di depan panelis, juga secara virtual.

Acarapenganugerahan itu dipandu MC Rita Sri Hastuti. Para Panelis : Atal Depari, Margiono, Ilham Bintang, Nurjaman, Rajab Ritonga, Sasongko Tedjo, Akhmad Munir, Mohammad Ihsan, Banjar Chaeruddin, dan Aury Jaya.

Sahbirin Noor memimpin Kalsel dua priode. Priode pertama 2016- 2021 dan priode kedua, sekarang : 2021-2026.

Penyelenggaraan HPN 2020 di Banjarmasin merupakan salah satu jasa Paman Birin yang berlapang hati menjadi tuan rumah, padahal masa persiapan hanya 3 bulan. Waktu itu HPN 2020 seyogyanya di selenggarakan di Sumatera Utara, namun tiga bulan sebelum hari H, mendadak dibatalkan oleh Gubernur Sumut.

PWI Anugerahi Paman Birin Pena Emas
Sumber: Istimewa

Dalam orasinya, Paman Birin memaparkan sejarah dan peran pers dimulai sejak pembentukan Kantor Berita Antara 1937 hingga sekarang sebagai bagian integral pembangunan bangsa.

Satu priode kepemimpinannya yang lalu ia merasakan kontribusi pers sangat besar bagi pelaksanaan tugasnya membangun Kalsel. Hubungan dengan pers yang baik kembali dia jadikan modal untuk mengatasi bencana alam baru-baru ini berupa banjir dan juga dalam mengatasi pandemi virus korona. Pada Pilkada 2020 lalu, Sahbirin berhasil mengalahkan penantangnya  Denny Indrayana.

“Kritik pers buat kami justru menjadi suluh penerang. Bikin kami sehat, seperti vitamin. Kritik- kritik pers melecut kami untuk berbuat lebih baik,” ujarnya. Untuk orasinya itu Paman Birin mendapatkan nilai sangat memuaskan dari panelis.

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Memiliki luas 37.530,52 km² dengan populasi hampir 3,7 juta jiwa. Provinsi ini memiliki  potensi sumber daya alam melimpah, batubara dan kelapa sawit, penghasil devisa yang cukup penting di Indonesia.

PWI Anugerahi Paman Birin Pena Emas
Sumber: Istimewa

Dalam debat Calon Gubernur pada Pilkada 2020, Paman Birin mengumumkan rencananya untuk membangun sumber energi terbarukan yaitu Panel Surya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kalsel secara gratis. Proyek itu bahkan dijanjikan untuk dijual kepada provinsi tetangganya sebagai sumber listrik alternatif.

“Seluruh manusia, baik yang hadir maupun menonton debat ini, baik saya, Bapak Denny, siapapun, dari seluruh perbedaan yang kita miliki, ada satu persamaan yang hari ini maupun hari hari lainnya, yaitu kita butuh energi. Kita semua butuh itu, bahkan seluruh umat manusia di dunia ini,” tuturnya.

Paman Birin memaparkan, dalam hal sebagai manusia, energi tersebut dapat berupa makanan. Dalam hal Kendaraan, energi tersebut berbentuk bahan bakar minyak. Sementara itu dalam hal menyalakan nyawa rumah, hal tersebut berupa energi listrik.

“Dititik inilah energi, visi saya yang menyebutkan kalsel maju, makmur sejahtera akan bertumpu. Dimana Energi dalam ilmiah dibagi menjadi ketahanan pangan dan ketahanan energi Vital,” tuturnya dalam debat Pilkada Kalimantan Selatan. 

Baca juga: Paman Birin Janjikan Kalsel Bebas Listrik Pertama di Indonesia


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait