Foto: Ashar/Ceknricek.com

Rocky Gerung, Kampus Seharusnya Tidak Diintervensi Oleh Siapapun

Ceknricek.com -- "Kampus seharusnya tidak diintervensi oleh siapa pun. Kampus memiliki peralatan untuk menguji argumen. Kebebasan mimbar akademis memang dimaksudkan untuk menjaga perdebatan yang sehat".

Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung menanggapi sikap "penguasa" Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Aceh, yang melarang dirinya tampil di kampus tersebut. Rocky bersama senator DPD H. Fachrul Razi, MIP, sedianya tampil sebagai pembicara dalam seminar nasional, "Eksistensi dan Kontribusi Mahasiswa dalam Membangun Negeri", Senin (14/10).

Rocky Gerung, Kampus Seharusnya Tidak Diintervensi Oleh Siapapun
Sumber: Istimewa

Baca Juga: Sebarkan Virus Akal Sehat, Rocky Gerung Rilis Channel YouTube

Penyebaran "virus" akal sehat Rocky Gerung tampaknya kembali tersendat. Padahal, Menurut Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Langsa Ahmad Fikry, acara yang digagas Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa IAIN Langsa itu sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. Pendaftaran peserta secara berbayar telah dibuka dari 1 hingga 25 September lalu, dengan lokasi seminar di Laboratorium Terpadu IAIN Langsa.

Penyelenggara bahkan sudah menyampaikan rencana tersebut kepada pimpinan kampus, dan tak ada kendala. Namun, satu minggu menjelang pelaksanaan, pihak kampus meminta agar seminar tersebut dilaksanakan di luar kampus.

"Panitia mencoba mencari beberapa tempat di luar untuk melaksanakan seminar itu, tapi tidak bisa karena semua tempat yang akan kita gunakan sudah terpakai untuk kegiatan lain. Terus dari kepolisian juga tidak diizinkan,” kata Ahmad Fikry.

Alasan Stabilitas 

Rektor IAIN Langsa, Basri Ibrahim, berdalih pihaknya menerima banyak masukan dari masyarakat terkait tampilnya Rocky Gerung di seminar tersebut. Ia khawatir ada masyarakat yang tidak mengizinkan seminar digelar di kampus. "Tapi, kita tidak benarkan di dalam kampus, (kalau) di luar kampus itu kewenangan panitia pelaksana," katanya.

Konkretnya, Basri khawatir ada nuansa politik dalam penyelenggaraan seminar. Sebagai rektor, ia tidak ingin pihaknya terseret dalam klaim yang berimbas pada citra kampus selaku lembaga netral. "Takut dikaitkan dengan hal-hal yang tidak kita diinginkan. Kan, kita sedang stabil," imbuh Basri.

Baca Juga: Rocky Gerung Minta Kubu Jokowi Usir Prabowo

Basri Ibrahim rupanya lupa bahwa tugas rektor tak cuma berkaitan dengan urusan stabilitas. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 2009 secara garis besar disebutkan, rektor adalah pimpinan tertinggi perguruan tinggi yang berkewajiban memajukan ilmu pengetahuan di masing-masing institusi melalui pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi maksimal kepada khalayak luas. 

Reaksi Mahasiswa

Dalam konteks itulah tampaknya kebijakan Basri melarang seminar di kampusnya memicu reaksi banyak kalangan, termasuk para mahasiswa di Langsa.

Aidil Adhari, salah seorang peserta seminar yang juga mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) Langsa Aidil Adhari kepada Penanegeri.com menyayangkan sikap pimpinan IAIN Langsa. “Mereka seperti acuh tak acuh, atau apa ada tekanan dari para elite politik sehingga dibatalkan menjelang berlangsungnya kegiatan itu,” tanyanya.

Hal senada juga disampaikan Siti, mahasiswa Unsam lainnya. Menurut Siti, penolakan itu berlebihan. “Temanya kan gak tentang politik, mahasiswa undang beliau pasti bukan karena sensasinya, tapi karena beliau itu dosen, orang akademik, kenapa gak dibolehin beliau mengisi seminar,” ucapnya kecewa.

Rocky Gerung, Kampus Seharusnya Tidak Diintervensi Oleh Siapapun
Sumber: Detik.com

Setiap dosen yang punya prestasi atau orang akademik, lanjut Siti, siapa pun itu ada haknya untuk mengisi acara seminar. Peserta seminar lainnya, Sandy Indra juga menyesalkan pembatalan seminar nasional yang diisi pemateri Rocky Gerung.

“Alasan perbedaan pendapat serta masukan dari beberapa pihak sangat tidak relevan, harusnya kampus sebagai wadah akademisi paham bahwa setiap dosen berhak menjadi narasumber dalam seminar dan lagi pula temanya juga bukan tentang hal yang kontroversial,” tegasnya.

Ia mengharapkan, Rocky Gerung bisa mengisi seminar agar dapat menimba ilmu, bukan dari hal-hal negatif yang selama ini diisukan kepada dirinya.

Sebelumnya, Presiden Mahasiswa IAIN Langsa, Muhammad Faisal, kepada Serambinews.com, Rabu (27/8), telah memastikan bahwa seminar tersebut tidak ada kaitannya dengan agenda politik. "Ini murni  kegiatan akademik dan beliau (Rocky Gerung) sebagai narasumber seminar nasional ini," ujarnya. 

Tanggapan Rocky Gerung

Rocky Gerung kadung dikenal lantang mengkritisi pemerintah. Pernyataan yang blak-blakan sering membuat merah kuping para penguasa. Ia punya banyak pengagum, tapi di saat yang sama banyak juga yang membencinya.

Dosen filsafat di Universitas Indonesia itu tampak konsisten mengoposisikan dirinya. Ia meluncurkan kata-kata dan diksi yang kemudian menjadi ciri khasnya, seperti dungu, nalar rendah, dan akal sehat.

Rocky Gerung, Kampus Seharusnya Tidak Diintervensi Oleh Siapapun
Sumber: Istimewa

"Dalam ketiadaan institusi oposisi, maka kampus harus mengambil alih fungsi uji kebijakan publik. Saya percaya bahwa akal sehat kampus adalah penapis utama akal-akalan oligarki politik hari-hari ini," kata Rocky.

Akal sehat sebenarnya sudah sering digunakan dalam percakapan di Indonesia sejak dulu. Namun, setahun belakangan ini, frasa tersebut berbunyi lebih nyaring lantaran kerap dilontarkan dalam berbagai pembicaraan publik. Rocky bahkan dijuluki sebagai Presiden Akal Sehat.

Argumentasi yang dibangun Rocky memang tertata rapi, sistematis, akademis, dan rasional. Soal larangan tampil di seminar "Eksistensi dan Kontribusi Mahasiswa dalam Membangun Negeri" di kampus IAIN Langsa, Rocky memberi jawaban begini, "bila kita serius hendak mengunggulkan sumber daya manusia, jangan halangi potensi itu tumbuh dari tempat yang paling subur, yaitu dunia pendidikan," katanya.

BACA JUGA: Cek OPINI, Opini Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini. 



Berita Terkait