Rupiah Kian Terpuruk, BI Catat Kurs Jisdor Rp15.712/USD | Cek&Ricek
Foto: Ashar/Ceknricek.com

Rupiah Kian Terpuruk, BI Catat Kurs Jisdor Rp15.712/USD

Ceknricek.com -- Kurs Rupiah terpantau tertekan cukup signifikan. Rupiah bahkan telah melewati level Rp15.500 per USD dan kini tengah menuju level Rp16.000 per USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Rupiah berada di level Rp15.712 per USD pada Kamis (19/3/2020) pagi. 

Nilai tukar Rupiah tersebut melemah dibandingkan periode hari sebelumnya yang sebesar Rp15.223 per USD.

Berikut nilai tukar Rupiah seminggu terakhir menurut kurs Jisdor:

19 Maret 2020: Rp15.712

18 Maret 2020: Rp15.223

17 Maret 2020: Rp15.083

16 Maret 2020: Rp14.818 

Sementara menurut Bloomberg, Rupiah berada di posisi Rp15.315 per USD. Mata uang Garuda ini tercatat terkoreksi 0,61%. Terkait pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi beberapa hari ini Sri Mulyani buka suara. Pelemahan nilai tukar rupiah ini merupakan fenomena besar yang tengah terjadi pada perekonomian global. Sebab, pelemahan mata uang ini tidak hanya terjadi pada Rupiah saja melainkan mata uang negara lainnya juga.

Baca juga: Potensi Terganggunya Ekonomi China Seret Pelemahan Rupiah

"Pasar keuangan ini mengalami tekanan dan ini suatu fenomena yang besar ini merupakan dinamika ekonomi global," ujar Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Menurut Sri Mulyani, pelemahan pada nilai tukar rupiah ini imbas dari wabah virus corona (Covid-19). Akibatnya, investor baik dari dalam maupun luar negeri memilih untuk mencari instrumen investasi yang lebih aman.

Oleh karena itu, selain mata uang rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut melemah. Pelemahan ini bahkan membuat asumsi makro yang sudah dibuat oleh pemerintah meleset.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun bakal terus mencermati perkembangan ekonomi Indonesia dan global. Langkah ini nantinya akan dijadikan acuan bagi pemerintah untuk membuat suatu kebijakan.

"Ini suatu fenomena yang perlu dipelajari dan saya monitor sangat besar bisa merespons dari sisi mitigasi dampak negatifnya," jelasnya.

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait