Sejarah Hari Ini: Insiden T-39 Penembakan Pesawat Jet AS oleh Uni Soviet | Cek&Ricek
Sumber: Istimewa

Sejarah Hari Ini: Insiden T-39 Penembakan Pesawat Jet AS oleh Uni Soviet

Ceknricek.com -- Hari ini 56 tahun yang lalu, tepatnya 28 Januari 1964, pesawat jet T-39 milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh ditembak oleh Uni Soviet.

Departemen Luar Negeri AS saat itu menuduh Uni Soviet menembak jatuh jetnya yang tersasar ke wilayah udara Jerman Timur saat melakukan latihan terbang.

Melansir History, akibat kejadian tersebut, tiga petugas AS, yakni Letnan Kolonel Gerald K. Hannaford, Kapten Donald Grant Millard dan Kapten John F. Lorraine yang mengendarai pesawat tersebut tewas.

Sumber: Istimewa

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Reformasi Gorbachev dan Runtuhnya Uni Soviet

Pemerintahan Uni Soviet menanggapi tuduhan negeri Paman Sam itu dengan pernyataan bahwa penerbangan jet yang dilakukan AS adalah sebuah 'provokasi besar' di wilayah teritori mereka.

Insiden T-39 kemudian menjadi sebuah pengingat buruk akan meningkatnya ketegangan antara Blok Timur dan Blok Barat pada masa Perang Dingin.

Latihan Berujung Maut

Menurut pihak militer AS, jet tersebut saat itu tengah melakukan latihan penerbangan di atas wilayah Jerman Barat.

Sumber: Istimewa

Namun, pilot kemudian kebingungan saat terjadi badai dahsyat yang menyebabkan pesawat membelok hampir 100 mil keluar dari jalur yang seharusnya.

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Roket Saturn I Diluncurkan, Langkah Awal Misi Apollo Bermula

Serangan Uni Soviet terhadap pesawat tersebut pun memicu protes dan kemarahan dari Departemen Luar Negeri AS dan beberapa pemimpin kongres, termasuk Senator Hubert H. Humphrey.

Ia menuduh bahwa Uni Soviet dengan sengaja menjatuhkan pesawat untuk "mengumpulkan serangan" dalam manuver agresif pada Perang Dingin.

Sementara, Uni Soviet menolak protes AS dan mengatakan bahwa mereka memiliki semua alasan untuk membuktikan bahwa tindakan mereka tidak salah.

"Pesawat itu tidak mengalami kesalahan. Itu adalah sebuah bentuk intruksi yang jelas," ungkap pihak Uni Soviet.

Para pejabat Uni Soviet juga mengklaim bahwa pesawat tersebut telah diperintahkan untuk mendarat. Akan tetapi, pesawat jet tersebut tidak mengindahkan instruksi yang diberikan.

Tak lama setelah insiden tersebut, para pejabat AS diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Jerman Timur untuk membersihkan puing-puing pesawat dan juga para korban.

Jenazah ketiga prajurit kemudian dikembalikan ke Amerika Serikat melalui Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland setelah dilakukan upacara penghormatan.

Ketegangan Blok Barat dan Timur

Pasca penembakan tersebut, ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur semakin meningkat setelah dipicu beberapa peristiwa lain.

Ketegangan semakin meningkat termasuk ketika terjadi penahanan terduga mata-mata hingga penyitaan kapal antar kedua belah pihak hingga dibangunnya "tirai besi" alias batas non fisik yang membagi benua Eropa menjadi dua wilayah terpisah.

Sumber: Istimewa

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Perang Musim Dingin Uni Soviet Finlandia

Kendati demikian, besarnya peningkatan ketegangan yang ditimbulkan hanya sedikit daripada masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh AS dan Uni Soviet.

Pada waktu itu kedua negara tersebut tengah memiliki masalah yang lebih besar untuk dihadapi, yakni Amerika Serikat sedang terlibat dalam Perang Vietnam. Sementara, Uni Soviet tengah berurusan dengan masalah perpecahan yang semakin melebar dengan Komunis China.

Adanya kematian pada konflik-konflik tersebut pun menjadi pengingat bahwa pada akhirnya, kecurigaan, ketegangan hingga retorika dalam Perang Dingin ini memiliki potensi untuk menimbulkan kematian lain yang sia-sia. 

Beberapa tahun setelah kejadian tepatnya pada 1998, penduduk dari kota terdekat Vogelsberg di Thuringia kemudian mendirikan sebuah peringatan untuk tiga pilot yang jatuh di kota Erfurt.

BACA JUGA: Cek BIOGRAFI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait