Ilustrasi Penggunaan Kode QR. Ilustrasi: tim ilustrator ceknricek.com

Sejarah QR Code, Deret Kode Kotak Serbaguna

Ceknricek.com - Masyarakat Indonesia khusus kaum milenial tentu telah mengetahui bahkan menggunakan kode QR yang merupakan kependekan dari Quick Response (respon cepat). Kode berbentuk kotak-kotak ini merupakan evolusi dari barcode (kode batang) yang satu dimensi menjadi dua dimensi. Biasanya, para pengguna smartphone menggunakan kode QR untuk melihat informasi tertentu yang ada di dalamnya atau melakukan pembayaran melalui uang elektronik.

Menilik sejarahnya, QR berkembang dari sebuah permintaan pengguna. Sekitar tahun 1960-an , di Jepang yang tengah mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi memiliki banyak pasar swalayan. Kasir mengalami kendala karena memasukkan barang dan harga secara manual, sehingga membuat mereka kesakitan setiap hari. Kala itu ditemukan kode batang yang sangat mengurangi beban mereka karena hanya perlu melakukan pemindaian menggunakan sensor optik.

Penggunaan Barcode semakin meluas, sayangnya kode satu dimensi ini hanya dapat menampung sekitar 20 karakter alfanumerik. Keadaan ini membuat kode batang tidak berfungsi maksimal. Kala itu, pengguna menghubungi Denso Wave Incorporated yang sedang mengembangkan sistem QR Code.

Dikutip dari laman resmi Denso, mereka dapat permintaan untuk mengembangkan sistem kode yang dapat menampung alfamunerik, tetapi juga kode Kanji dan karakter Kana. Saat itulah Denso Wave mulai fokus pada harapan tersebut.

Masahiro Hara bersama satu orang anggota timnya mengembangkan kode QR dari barcode yang hanya 1 arah (horizontal) menjadi 2 arah (horizontal dan vertikal). Mereka juga mengusahakan agar kode ini tetap dapat dibaca dengan cepat. Hara mendapatkan ide untuk membuat penanda posisi kode, yang pada akhirnya berbentuk 3 kotak di tepi kode QR. Penanda itu membuat kode QR dapat dipindai dari berbagai sisi tanpa kesalahan.

Satu setengah tahun Hara mengembangkan proyek kode QR dengan percobaan dan kesalahan yang tak terhitung. Akhirnya tercipta kode QR yang berkapasitas sangat tinggi dengan beragam jenis data mulai numerik, alfabetis, kanji, kana, hiragana, simbol, hingga kode biner. Kode QR mampu menyimpan hingga 7.089 karakter numerik, 4.296 karakter alfanumerik, 2.844 byte kode biner, dan 1.817 karakter huruf kanji. Tidak hanya mengandung banyak karakter, kode QR dibaca dengan cepat, bahkan 10 kali lebih cepat dibanding sistem kode lainnya.

Tahun 1994, Denso Wave merilis kode QR ke publik. Kode ini kemudian digunakan industri otomotif, mulai sistem komunikasi, hingga efesiensi pengiriman dan slip transaksi. Sejak saat itu kode QR semakin banyak digunakan di industri Jepang.

Faktor lain yang membuat QR diterima masyarakat luas adalah Denso Wave menyediakan spesifikasi kode QR untuk publik. Sehingga siapapun dapat menggunakan kode QR dengan bebas dan gratis. Pengembang menginginkan agar kode ini bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya orang.

Di milenium baru, tepatnya 2002, penggunaan kode QR semakin luas di masyarakat Jepang. Hal ini karena sudah banyak ponsel yang menghadirkan fitur pembaca kode QR. Kemampuan tersebut membuat orang-orang dapat mengakses situs web dan mendapatkan kupon dengan memindai pola yang terlihat aneh itu. Kemudahannya membuat kode QR kian populer.

Kini kode QR sudah menjadi salah satu alat yang sangat diperlukan untuk bisnis dan kehidupan banyak orang. Mulai membuat kartu nama yang menyimpan banyak data, hingga tiket elektronik dan sistem tiket penerbangan yang diterapkan di semua bandara.


Terus Berkembang

Kode QR sebagai open code yang secara bebas dapat digunakan setiap orang, tidak hanya digunakan di Jepang, melainkan seluruh penjuru dunia. Kode QR telah mendapatkan sertifikasi dari berbagai otoritas untuk dapat digunakan secara global.

Tahun 1997, QR disetujui untuk digunakan sebagai identifikasi otomatis pada Industri oleh AIM (Automatic Identification Manufacturer). Dua tahun kemudian, kode QR terstandar oleh Japan Industrial Standards untuk kode 2 dimensi. Setahun berlalu, tahun 2000 kode QR mendapatkan standar ISO sehingga dapat digunakan di seluruh dunia.

Denso Wave juga tidak berpuas diri selama kode QR menyebar ke seluruh dunia. Mereka tetap mengembangkan tipe-tipe baru kode QR untuk memenuhi kebutuhan yang lebih kompleks. Denso menciptakan Micro QR Code untuk tampilan kode yang kecil dan hanya 35 karakter. Untuk penggunaan yang lebih besar, Denso menciptakan iQR Code yang dapat menampung maksimum hingga 40.000 karakter hampir 6 kali kapasitas QR biasa.

Mereka juga menciptakan SQRC yang membuat kode QR memiliki fungsi keamanan berupa pembatasan akses. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk informasi yang bersifat privat atau rahasia. Dalam menunjang kegiatan promosi dan bentuk kreativitas, Frame QR diciptakan yang memungkinkan seseorang memasukkan gambar atau bentuk tertentu di dalam kotak QR tanpa mengganggu data yang tersimpan.



Berita Terkait