Sekilas Pintas Program Singgah Sahur Pak Gubernur | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Sekilas Pintas Program Singgah Sahur Pak Gubernur

Ceknricek.com -- Program Singgah Sahur merupakan program yang sudah berjalan sejak tahun 2014. Saat itu Buya Mahyeldi masih sebagai Walikota Padang. Program itu berawal dari keinginan pemerintah melihat dan merasakan kondisi masyarakat secara langsung. Diharapkan dengan program  itu hubungan emosional antara pemerintah dengan masyarakat terjalin dengan baik. Maka dibuatlah Program Singgah Sahur sebagai sarana yang bisa untuk merealisasikan hal tersebut. 

Sejak tahun 2014 Buya Mahyeldi sudah mengunjungi warga dari satu rumah ke rumah yang lain. Bertatap muka, bertemu, berdiskusi, menerima masukan dan saran dari masyarakat. Tidak ada sekat pemisah antara pemerintah dengan rakyat.  Apa yang dirasakan masyarakat turut dirasakan oleh pemerintah.

Program Singgah Sahur hampir rutin dilaksanakan pada Bulan Ramadan. Karena keberkahan dan keutaman yang ada di dalamnya, menjadi alasan kuat kenapa program ini dilaksanakan pada Bulan Ramadan. Bisa saja sebenarnya dilaksanakan di bulan-bulan lain. Tetapi akan lebih baik dan sangat tepat jika dilaksanakan pada Bulan Ramadan yang penuh berkah.

Konsepan Program Singgah Sahur ini sangat sederhana. Pemerintah menyiapkan tim yang diberi nama Tim Safari Ramadan, lalu tim mendata warga yang masuk dalam katagori kurang mampu. Setelah itu dibuatkan jadwal, lalu tim berkunjung ke rumah.

Surprise

Agar tidak memberatkan warga, semua kebutuhan sahur disiapkan oleh tim. Bahkan saat akan melakukan kunjungan, warga yang rumahnya sudah direncanakan untuk dikunjungi tidak diberitahu. Hal ini dilakukan supaya tidak merepotkan warga menyiapkan santap sahur.

Bukan hanya singgah lalu makan sahur. Bersamaan dengan itu terdapat program bantuan bedah rumah bagi warga yang sudah disiapkan. Jadi programnya berjalan satu paket. Makan sahur lalu bantuan bedah rumah.

Katagori penerima beda rumah adalah warga yang tidak mampu yang rumahnya tidak permanen. Sudah rapuh dan terkadang sudah masuk katagori tidak layak huni. Itu menjadi prioritas utama untuk diberi bantuan.

Setelah sekian lama berjalan dari tahun ke tahun program singgah sahur dinilai sangat efektif dan banyak sekali manfaatnya. Masyarakat pun  menyambut  baik dan memberikan penilaian positif. Ada pula yang meminta agar program ini jangan terhenti dan harus tetap berjalan.

Setelah terpilih sebagai Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi pun memastikan Program Singgah Sahur tetap dilanjutkan. Konsep dan teknisnya sama dengan program sebelumnya. Akan tetapi cakupannya diperluas. Saat di Kota Padang hanya 11 Kecamatan, di Provinsi Sumbar tentu lebih dari itu. Lintas kecamatan dan lintas kabupaten kota.

Semakin luas dan semakin banyak daerahnya, tentu kebermanfaatanya juga semakin luas. Semakin banyak ladang kebaikan dan semakin banyak silaturahim yang terjalin. Sehingga kehadiran pemerintah provinsi bisa dirasakan oleh seluruh warga yang ada di kabupaten kota.

Pada ramadan tahun ini, pemerintah provinsi sudah menyiapkan rencana, konsep dan target warga yang akan dikunjungi dalam program singgah sahur. Dinas terkait sudah menyatakan siap untuk menjalankan program ini di seluruh kabupaten kota. Harapannya program berjalan dengan lancar dan bisa membantu meringankan beban masyarakat.

Program Singah Sahur Provinsi Sumbar dengan Tim Safari Ramadhan pertama kali dimulai pada Kamis 22 April 2021. Lokasinya di Jorong Aro, Nagari Gunuang, Solok. Saat itu mengunjungi rumah Ibu Upik yang bekerja sebagai penjual “karupuak leak” dan makanan ringan di kedai yang dibuat di samping rumahnya. Kondisi keluarga Ibu Upik sangat sederhana. Ia memiliki empat orang anak, dan enam orang cucu. Mata pencaharian anak-anaknya bekerja di toko ponsel.

Kondisi rumah Ibu Upik juga sangat memperhatikan. Kamar rumahnya ada tiga, namun tidak bisa digunakan karena sudah rapuh. Jika mereka ingin tidur menggunakan ruang tengah. Dan itu juga akan basah saat hari hujan.

Dengan Program Singgah Sahur ini, saya dan tim bisa melihat secara langsung kondisi Ibu Upik se keluarga. Merasakan apa yang Ibu Upik rasakan. Duduk bersama bercerita dan berdiskusi tentang kehidupan mereka. Dalam Bulan Ramadan yang sedang dijalani, bisa melaksanakan sahur bersama.

Dari wajah Ibu Upik sekeluarga, pancaran kebahagian begitu kelihatan saat didatangani oleh saya dan tim. Bahagia karena pemerintah provinsi peduli dengan kondisi mereka sekaligus hadir melihat kondisi kehidupan mereka secara langsung.

Setelah makan sahur bersama, langsung diberikan bantuan hibah bedah rumah pemerintah provinsi kepada keluarga Ibu Upik sebesar dua puluh lima juta rupiah. Bantuan bedah rumah ini bisa digunakan untuk merenovasi rumah Ibu Upik yang tidak layak huni menjadi rumah permanen yang aman dan nyaman ditempati.

Masih banyak Ibu Upik lainnya yang berada di Kabupaten Kota, menunggu kehadiran kita semua. Mari lihat mereka, temui mereka agar kehadiran kita menjadi kekuatan bagi mereka. Dan dengan kehadiran kita bisa meringankan beban mereka. Sehingga nantinya Program Singgah Sahur akan terus berjalan menemui warga-warga yang kurang mampu diseluruh kabupaten kota di Sumbar.

Singgah sahu dan bedah rumah bukan hanya sebatas realisasi program saja. Akan tetapi banyak pesan yang bisa diambil dari program tersebut. Salah satunya bisa membangkitkan kepedulian antar sesama. Banyak dari saudara-saudara kita sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan. Jangankan untuk berbuka, untuk sahur saja mereka tidak tahu besok akan makan apa.

Maka ini adalah sarana yang baik dalam mengingatkan, bahwa setiap kita yang mampu harus peduli dan ingat kepada warga yang kurang mampu disekitar lingkungan kita. Bantu dan tolonglah jika ada warga yang kurang mampu. Banyak cara yang bisa dilakukan. Berbagi sembako, atau makan sahur dan berbuka bersama dengan mereka.

Sikap berbagi bersama dan tolong menolong menjadi salah satu nilai dari ajaran islam. Hal ini lantaran Allah SWT langsung mengamanatkan dalam Al-Quran kepada seluruh manusia. Sebagaimana firman Allah SWt dalam surat Al-Maidah ayat dua yang berbunyi:

“Dan tolong-menolong lah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat”.

Saat ini Bulan Ramadan, banyak keberkahan terkandung di dalamnya. Setiap kebaikan yang dilakukan pahalanya berlipat ganda. Apalagi berbagi antar sesama menjadikan kita sebagai orang-orang yang peduli dengan kondisi sesama.


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait