Soal FPI, Zainal Bintang : Tokoh - Tokoh Islam Perlu Turun Gunung! | Cek&Ricek
Sumber: Istimewa

Soal FPI, Zainal Bintang : Tokoh - Tokoh Islam Perlu Turun Gunung!

Ceknricek.com--Terkait adanya langkah tegas pemerintah membubarkan FPI (Front Pembela Islam) pimpinan Habib Rizieq Shihab, sebaiknya pemerintah segera mengantisipasi munculnya berbagai reaksi dari masyarakat. Tidak cukup hanya berkutat pada terpenuhinya persyaratan  penegakan hukum semata lewat pengumuman yang bersifat satu arah. Pihak pemerintah harus juga bisa menyampaikan narasi yang komprehensif yang memenuhi asas kepastian hukum, rasa keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat atas setiap keputusan itu penegakan hukum.

Terutama bagi kalangan umat Islam, sangat diharapkan agar dapat menahan diri dan mencermati perkembangan sikon di lapangan. "Bagaimanapun juga langkah pembubaran FPI akan menimbulkan berbagai pertanyaan dan meresahkan. Termasuk telah melahirkan berbagai tanggapan pro kontra di tengah masyarakat,” kata Zainal Bintang, ketika dimintai tanggapan oleh media Rabu siang (30/12/20) di Jakarta sesaat setelah pengumuman disampaikan pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD, beserta sejumlah menteri dan pejabat lembaga terkait bertempat di kantor Kemenkopolhukam di Jakarta.

Bintang yang wartawan senior itu mengatakan, tokoh - tokoh umat Islam perlu turun tangan menenangkan keadaan dan  membantu pemerintah menyampaikan latar belakang dan tujuan tindakan pembubaran FPI. Supaya kasus keputusan pembubaran FPI dapat diterima dengan pemahaman oleh masyarakat. Khususnya kepada umat Islam. Penjelasan yang sejuk dari tokoh – tokoh yang dihormati sangat diperlukan. Tujuannya, agar kasus pelarangan itu dapat dicegah tidak meluas jadi bola liar.

Intinya jangan sampai dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab   menghasut masyarakat dengan kontra narasi yang negatif dan destruktif. "Yang harus dicegah jangan sampai tindakan pemeritah tersebut meluapkan salah faham dan kemarahan masyarakat. Lalu berujung timbulnya benturan antara pemerintah dengan rakyat di akar rumput. Karena kasus yang terasa mendadak itu, bisa saja seenaknya digoreng oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik sesaat yang menyesatkan,” kata Bintang.

Menurutnya, tokoh - tokoh Islam tingkat nasional sebaiknya mengambil inisitiaf bertemu secepatnya. Pertemuan itu sebaiknya segera diinisiasi tokoh dari unsur pimpinan MUI (Majelis Ulama Indonesia) PBNU dan PP Muhammadiyah. Dan jangan lupa melibatkan JK (Jusuf Kalla).

 "Bagaimanapun juga JK itu adalah tokoh Islam. Ketua Umum DMI (Dewan Mesjid Indonesia) dan tokoh perdamaian tingkat dunia. Pemerintah Afghanistan saja meminta jasanya untuk mengatasi masalah Taliban. Punya pengalaman panjang di jajaran eksekutif,”.

"Yang jelas, selain pernah jadi menteri, JK  adalah satu - satunya tokoh nasional yang pernah jadi wakil presiden dua kali mendampingj dua presiden yang berbeda dengan jarak waktu yang berbeda,” jelas Bintang sambil berpesan supaya masyarakat bisa menahan diri untuk tidak berkomentar dengan narasi yang memperkeruh keadaan. Dirinya agak cemas mengikuti berbagai komentar bernada keras yang memenuhi wadah percakapan di media sosial sejak pengumuman pelarangan itu disampaikan.

Untuk itu ditegaskannya, apa yang diusulkannya itu adalah merupakan “jalan tengah”, katakanlah itu “jalur kultural” yang diinisiasi tokoh – tokoh Islam terkemuka dan berada di luar struktur formal. Independensinya dapat terjaga. Sambil menutup keterangannya, terkait usulnya itu, Bintang berucap tokoh – tokoh umat Islam perlu segera turun gunung. "Lebih cepat lebih baik !".

Baca Juga : Sekitar 12 Jam Diperiksa, Habib Rizieq Akhirnya Ditahan

Baca Juga :Pemerintah Resmi Bubarkan dan Hentikan Kegiatan FPI



Berita Terkait