Foto: Ashar/Tabloid C&R

Surat Terbuka Ahmad Dhani dari Rutan Medaeng Surabaya

Ceknricek.com. Ahmad Dhani yang sedang menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di PN Surabaya, menulis surat terbuka. Dalam surat yang beredar di kalangan media, Senin (11/2) itu, Dhani mempertanyakan penahanannya yang dianggap tidak lazim. 


Dhani beranggapan ia tidak seharusnya ditahan karena masih dalam proses banding atas vonis 18 bulan penjara yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 


Berikut isi surat Dhani yang ditulis dari Rutan Madaeng, Surabaya, selama ia menjalani persidangan di Surabaya.


“Perlu saya luruskan kembali, bahwa saya, Ahmad Dhani tidak dipenjara karena menjalani vonis 1,5 tahun. Saya, Ahmad Dhani terpenjara karena penetapan Pengadilan Tinggi yang menetapkan saya di penjara selama 30 hari. Tolong ini digarisbawahi.”


“Kami melakukan upaya banding atas vonis Pengadilan Negeri, maka seharusnya saya tidak ditahan seperti lazimnya. Contohnya dalam Kasus Buni Yani, yang dieksekusi di tingkat kasasi.”


“Jadi tolong media tanyakan kepada Pengadilan Tinggi: pertama, kenapa saya ditahan selama 30 hari? Kedua, kenapa harus 30 hari? Ketiga, kenapa yang lainnya ketika banding tidak ditahan, kok saya ditahan 30 hari?".


Ahmad Dhani juga mempertanyakan mengapa penahanan atas dirinya dipindah ke ke Rutan Madaeng, hingga persidangan kasus ujaran idiot selesai. “Menurut saya ini adalah ketetapan yang tidak lazim karena saya bukan pembunuh, perampok, teroris, dan koruptor,” tulis Dhani.


Seperti diketahui, Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dalam kasus ujaran kebencian, Senin, 28 Januari lalu. Ia langsung dipenjara di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.


Dhani kemudian dipindahkan ke Rutan Medaeng Surabaya selama menjalani sidang kasus pencemaran nama baik, terkait vlog berisi ucapan 'idiot' kepada kelompok massa pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kota Surabaya.






Berita Terkait