Foto: Istimewa

Tiket Pesawat Mahal: Berkah Bagi Pelni

Ceknricek.com -- Seperti biasa, menjelang Lebaran, Kapal Pelni menjadi salah satu pilihan transportasi bagi para pemudik. Asal tahu saja, untuk mudik tahun ini tiket Pelni diperkirakan laris manis lantaran tiket pesawat yang belum bisa dibilang murah.

Perkiraan ini tidak berlebihan. Tengok saja pendapatan PT Pelni saat harga tiket pesawat mahal sejak Januari 2019. “Secara nasional, penumpang Pelni naik 38%,” kata Kepala Kesekretariatan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro dalam siaran persnya, Sabtu (18/5).

Penumpang kapal Pelni pada Januari hingga April 2019 naik dari dari 825.255 menjadi 1.172.143 orang. “Artinya, total jumlah penumpang bertambah sebanyak 319.888 orang selama Januari-April 2019,” jelasnya.

Berkah mahalnya tiket pesawat dinikmati paling tinggi untuk cabang Makassar, yakni sebesar 61%. Kenaikan ini dihitung berdasarkan perbandingan jumlah penumpang bulan yang sama pada tahun lalu, yakni dari 72.411 orang naik menjadi 116.700 orang. Menurut Yahya, kenaikan penumpang Pelni di cabang Makassar mengalahkan cabang-cabang besar, seperti Surabaya dan Tanjung Priok.

Sumber: Istimewa

Kini, menjelang Lebaran, kondisi laris manis tiket Pelni sudah mulai terasa. PT Pelni Cabang Sorong, misalnya, melaporkan tiket sembilan armada kapal, yang disediakan PT Pelni nyaris ludes. “Tiket kapal yang masih tersedia, yaitu untuk kapal KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Tidar, dan KM Ceremai,” ujar Manager Operasional PT Pelni Cabang Sorong, Priyadi, kepada Kumparan. 

Mudik Lebaran

Yahya Kuncoro mengatakan, selain menjual tiket ke konsumen langsung, penyelenggaraan Mudik Bareng BUMN 2019 dengan kapal Pelni meningkat hampir dua kali lipat.

Sumber: kompas

BUMN telah memesan dan mendanai pembelian tiket kapal Pelni untuk dibagikan kepada masyarakat dari sebelumnya 19.850 peserta menjadi 35.505 tiket. “Jumlah BUMN yang menggunakan kapal Pelni bertambah dari 24 menjadi 33 BUMN, tiket bertambah sekitar 15.000,” terangnya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wisnu Handoko memperkirakan jumlah penumpang kapal pada musim mudik Lebaran 2019 akan naik sebesar 4,8% dibandingkan tahun lalu. Artinya, untuk 2019 ini (1440 H), jumlah penumpang kapal diperkirakan mencapai 1,91 juta orang.

Sejumlah perusahaan yang terkait dengan transportasi laut sejak beberapa bulan lalu pun telah menyiapkan diri menyambut musim mudik Lebaran. Saat ini, transportasi laut tampaknya memang akan menjadi salah satu pilihan banyak pemudik antar pulau.

Pelni telah menyiapkan 72 kapal yang dimiliki. Rinciannya, 46 kapal trayek perintis dan 26 kapal trayek Nusantara. Dari 72 kapal ini, Pelni sanggup mengangkut 500 ribu hingga 800 ribu penumpang selama musim mudik Lebaran.

Armada kapal trayek Nusantara akan singgah di 91 pelabuhan, melayani 1.100 ruas, dan menempuh jarak 98.329 mil dengan kapasitas 53.763 penumpang per hari. Lalu, sebanyak 47 kapal perintis akan melayani pemudik ke 305 pelabuhan serta 4.620 ruas dari pulau-pulau besar ke pulau terpencil dan terluar. 

Sumber: Istimewa

Naik Tipis

Meski harus bersaing dengan perusahaan pelayaran lainnya, kepercayaan konsumen terhadap BUMN ini masih ada. Buktinya, tahun lalu, Pelni mengangkut 3,622 juta penumpang. Jumlah ini meningkat sebesar 2,86% dibandingkan angkutan tahun 2017 yang 3,43 juta penumpang.

Tak hanya penumpang yang meningkat, barang yang diangkut kapal Pelni juga naik. Pada 2018, barang yang diangkut mencapai 88.290 ton meter kubik atau naik 118% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sumber: Istimewa

Sementara, jumlah kendaraan yang diangkut mencapai 9.394 unit atau naik 135% dibanding 2017. Adapun kontainer yang diangkut kapal Pelni mencapai 15.568 TEUs atau naik 105% dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2018, armada Pelni yang melayani masyarakat mencapai 88 unit. Total armada itu terdiri dari kapal penumpang sebanyak 26 unit, 2 kapal roro, 9 kapal barang, dan 52 kapal perintis. 

Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya (2017), Pelni mengangkut hampir empat juta penumpang, general cargo seberat 97.134 ton, kontainer 18.968 TEUs, kendaraan 8.511 unit, dan ternak sebanyak 15.448 ekor.

Pelni mengantongi pendapatan Rp4,9 triliun pada 2018. Pendapatan yang dibukukan ini naik dari pendapatan pada 2017 sebesar Rp4,39 triliun. Dari pendapatan sebesar itu, laba yang berhasil dikantongi pada 2018 sebesar Rp315 miliar atau meningkat dari laba yang dihasilkan pada 2017 sebesar Rp239,4 miliar.

Bisnis MICE

Tahun ini, Pelni menargetkan bisa meraup pendapatan sebanyak Rp5,6 triliun dengan target laba bersih sebesar Rp439 miliar. Agar bisa mencapai target tersebut, Direktur Keuangan PT Pelni (Persero) Tri Andayani mengatakan bahwa pihaknya bakal meningkatkan pendapatan dari kegiatan komersial dengan bertumpu pada business meeting, incentivesconference and exhibitions (MICE), serta wisata bahari.

Sumber: Tribunnews

Terkait bisnis MICE, Pelni menawarkan beberapa layanan jasa berupa rapat di atas kapal (meeting on board), study on boardtour on ship,venue on ship, dan sunset dinner. Menurut Tri, produk-produk tersebut menjadi alternatif kegiatan MICE yang selama ini sudah biasa dilakukan di hotel dan gedung pertemuan.

Sebagai perusahaan transportasi laut yang membidik masyarakat menengah bawah serta penduduk di kawasan pulau-pulau kecil dan terluar, Pelni mendapatkan bantuan subsidi. Tahun ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub memberikan subsidi kepada Pelni terkait PSO (penugasan pemerintah) sebesar Rp1,857 triliun.

Rinciannya, subsidi PSO penumpang kelas ekonomi sebesar Rp1,8 triliun untuk 26 unit kapal dengan target 622 voyage. Sementara, subsidi angkutan barang tol laut sebesar Rp67 miliar untuk lima unit kapal dengan target 65 voyage.

Selain itu, Pelni juga masih mendapatkan subsidi dari pemerintah guna pengoperasian angkutan khusus ternak sebesar Rp4,8 miliar untuk satu unit kapal ternak. Kapal itu adalah KM Camara Nusantara 1 dengan rute trayek Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Kupang yang dilaksanakan mulai 16 Januari sampai 20 Juni 2019 dengan frekuensi 10 voyage.



Berita Terkait