Close Menu
CEK&RICEKCEK&RICEK
  • Home
  • Headline
  • Berita
    • AKTIVITAS PRESIDEN
    • AKTIVITAS KEPALA DAERAH
    • AKTIVITAS MENTERI
    • POLITIK
    • JURNALISTIK
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN HIDUP
    • KESEHATAN
    • BISNIS INDUSTRI
    • EKONOMI & BISNIS
    • HUKUM
    • SOSIAL BUDAYA
    • INTERNASIONAL
    • OLAHRAGA
  • Pengetahuan
    • SOSOK
    • SEJARAH
    • BIOGRAFI
    • BUKU & LITERATUR
    • TEKNOLOGI & INOVASI
    • RISET & DUNIA KAMPUS
  • ENTERTAINMENT
    • FASHION & BEAUTY
    • FILM & MUSIK
    • SELEBRITI
    • KOMUNITAS
    • FOOD REVIEW
    • WISATA
    • DUNIA KESEHATAN
    • SENI & BUDAYA
    • PARENTING & KIDS
    • TIPS & TRIK
    • TEATER
  • Opini
Tentang Kami Kontak Kami
  • APP STORE
  • GOOGLE PLAY
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
CEK&RICEKCEK&RICEK
Trending:
  • Skandal Gizi dan Kecukupan
  • Tak Diundang RDP, Erin Kirim Surat Protes ke DPR
  • Wardatina Mawa Beber Proses Sidang Cerai dari Insanul Fahmi
  • Eks Wamenaker Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara
  • 5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Home
  • Headline
  • Berita
    • AKTIVITAS PRESIDEN
    • AKTIVITAS KEPALA DAERAH
    • AKTIVITAS MENTERI
    • POLITIK
    • JURNALISTIK
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN HIDUP
    • KESEHATAN
    • BISNIS INDUSTRI
    • EKONOMI & BISNIS
    • HUKUM
    • SOSIAL BUDAYA
    • INTERNASIONAL
    • OLAHRAGA
  • Pengetahuan
    • SOSOK
    • SEJARAH
    • BIOGRAFI
    • BUKU & LITERATUR
    • TEKNOLOGI & INOVASI
    • RISET & DUNIA KAMPUS
  • ENTERTAINMENT
    • FASHION & BEAUTY
    • FILM & MUSIK
    • SELEBRITI
    • KOMUNITAS
    • FOOD REVIEW
    • WISATA
    • DUNIA KESEHATAN
    • SENI & BUDAYA
    • PARENTING & KIDS
    • TIPS & TRIK
    • TEATER
  • Opini
CEK&RICEKCEK&RICEK
  • Home
  • Headline
  • Berita
  • Pengetahuan
  • ENTERTAINMENT
  • Opini
Home»Opini
Opini

Bola Panas JK

Mei 21, 20204 Mins Read

Ceknricek.com –Pernyataan Jokowi yang meminta masyarakat berdamai dengan Covid 19 memicu reaksi Mantan Wapres JK (Jusuf Kalla). Istilah “berdamai” baru bisa dilakukan apabila kedua belah pihak sama-sama menginginkan perbaikan, kata JK. “Berdamai itu kalau dua-duanya ingin berdamai. Kalau  hanya kita ingin damai, tapi virusnya enggak, bagaimana?” ujar JK  dalam diskusi Universitas Indonesia Webinar “Segitiga Virus Corona”, Selasa (19/5/2020).

JK memang banyak pengalaman bersejarah terlibat dalam upaya perdamaian secara nasional yang diakui dunia internasional. Sebutlah kasus Poso dan Aceh. Masuk akal jika dia sensitif  manakala mendengar  narasi “perdamaian” di sekitarnya.

Interupsi JK yang di lempar ke ruang publik mengejutkan. Bagaikan bola panas yang menggelinding membelah publik menjadi dua kubu. Yang sependapat JK dan yang sefaham dengan Jokowi. Pendukung JK adalah penentang pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)  Sebaliknya kubu  Jokowi menuduh JK terlalu reaktif  dan bermotif politik. Jokowi dan mantan Wapresnya dianggap pecah kongsi. Mengapa JK tidak menggunakan jalur hotline Istana untuk bicara dengan Jokowi dari hati ke hati?

Baca Juga :Pandemi Covid-19 di Brazil Memburuk, Satu Hari Tembus 20 Ribu Kasus Infeksi

Pernyataan  JK hari hari ini terus digoreng berbagai media dan  menggelinding menjadi bola panas. Jokowi  serta merta menjadi “musuh bersama” masyarakat (common enemy). Banyak yang beranggapan kepretan JK membuka tabir internal pemerintahan Jokowi yang tidak padu dan kurang kompak. Sekaligus memantulkan buruknya moralitas politisi di zaman now. Tenggang rasa dan saling menghargai hilang dari peradaban.

Manuver  JK tersebut  secara politik dapat menjadi pintu masuk masyarakat pejuang demokrasi mengonsolidasi perlawanan. Untuk meretas tindakan represif negara yang semakin mempersempit ruang kritik dan perbedaan pendapat. Ini ditandai  banyaknya  kriminalisasi dan pembungkaman tokoh  kritis.

Puncak keresahan publik  mulai terlihat empat bulan setelah diumumkannya PSBB pada 31 Maret, karena dianggap belum terlihat menghasilkan suatu kondisi kondusif  sebagaimana diharapkan. Gugus tugas melaporkan korban Covid 19  meningkat dari  hari ke hari. Yang terjadi malah aneka kekacauan di lapangan, pernyataan sesama menteri saling tabrakan diperparah jejak korupsi bantuan sosial.

Sebagai pemegang otoritas tunggal mitigasi kebencanaan, pemerintah bagaikan  menarik benang dalam tepung ; benang tidak boleh putus dan tepung jangan berhamburan. Jalan kompromi ditempuh. Izin operasi berbagai moda transportasi (darat, laut dan udara) dibuka. Mobilitas manusia dibolehkan dengan syarat melaksanakan secara ketat standar kesehatan WHO (World Health Organization) : jaga jarak ; pakai masker : selalu cuci tangan ; makanan yang bernutrisi dan menghindari kerumunan. Dokumen pendukung terkait kondisi kesehatan  disyaratkan  plus surat izin dari institusi resmi bagi yang mau bepergian ke luar kota.

Baca Juga :Bandara Soetta Sebut Sudah Berlakukan Protokol Kesehatan

Terlihat pemerintah seolah tutup mata, masyarakat sepertinya dibolehkan  melakukan aktifitas ekonomi, khususnya usaha mikro kecil (UMK). Pada saat yang sama pelaksanaan protokol kesehatan dikontrol ketat gabungan aparat lintas instansi. Terlihatlah setiap hari pemandangan yang mengiris hati sanubari  menyaksikan benturan keras antara pedagang kaki lima melawan petugas satpol pamongpraja yang main rampas seenaknya barang dagangan. Kerumunan merebak di mana mana : di bandara ; di stasiun kereta api ; di terminal bus ; di pelabuhan dan diperbatasan antar kota dan kabupaten yang berujung kekisruhan yang menyayat perasaan.

Bagi pemerintah terjadinya  mobilitas pelaku usaha mikro kecil, bisa mengurangi beban  finansial ratusan triliun. Anggaran itu untuk pengadaan logistik yang harus ditanggung negara selama empat bulan. Khusus untuk puluhan juta orang miskin lama dan miskin yang baru yang terpaksa  berdiam di rumah saja. Mereka adalah  jutaan karyawan korban PHK (pemutusan hubungan kerja) ;  belasaan juta pengusaha informal yang bangkrut kehilangan pembeli dan tertekan hutang mengiringi ribuan perusahaan yang gulung tikar.

Pada saat yang sama berbagai model stimulus yang berfungsi sebagai obat penenang bagi dunia usaha terus dikampanyekan pemerintah. Setiap hari janji stimulus itu dinyanyikan oleh duet kontemporer  Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia sebagai “lagu” kebangsaan.

Baca Juga :Menlu Retno: 99.543 WNI Telah Kembali ke Indonesia

Jokowi yang tiap hari tampil di televisi untuk mengawal isu pelonggaran PSBB, mendadak meminta masyarakat agar bisa hidup secara damai dengan virus korona. “Artinya kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19”, ujar Jokowi dalam siaran pers resmi Jumat (15/05/2020).

Tanpa memberi waktu lama, JK tiba – tiba berkelebat menyambar pernyataan Jokowi. Bagaikan tokoh  legendaris “Gundala Putra Petir” yang mengibaskan  jubah hitam dengan nyala mata  sarat energi berseru lantang : menentang ajakan “hidup damai dengan korona”.

Tepuk tangan  jutaan pencari keadilan yang selama ini terpinggirkan serentak menggelegar kegirangan. Seakan menemukan seorang “rasul” baru! Yang pasti hal itu  membuat hati miris, karena  kekhusyukan “Malam Lailatul Qadar” dan kekhidmatan “Hari Kebangkitan Nasional” hilang ditelan debu hitam konflik politik yang menahun.

*Zainal Bintang, wartawan senior dan pemerhati masalah sosial budaya

BACA JUGA: Cek OPINI, Opini Terkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.

#Jokowi #JusufKalla damai viruscorona
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Skandal Gizi dan Kecukupan

Pemilu Asimetris

Bukan Dapur Asal Ngebul

Ekonomi Religius

Dua Kali Adil

Biennale Menolak Luka

Add A Comment

Comments are closed.

Sedang Tren

Skandal Gizi dan Kecukupan

Korupsi berakar bukan dari kemiskinan, tetapi dari ketamakan yang berhasil memperoleh legitimasi dan sistem dimanfaatkan untuk itu.

Tak Diundang RDP, Erin Kirim Surat Protes ke DPR

Juni 4, 2026

Wardatina Mawa Beber Proses Sidang Cerai dari Insanul Fahmi

Juni 4, 2026

Eks Wamenaker Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara

Juni 4, 2026

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia

Juni 4, 2026

Hansi Flick Raih Gelar Pelatih Terbaik LaLiga

Juni 4, 2026

Maliq & D’Essentials Senang Lagu Mereka akan Diadaptasi ke Teater Musikal

Juni 4, 2026

Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani

Juni 4, 2026
logo

Graha C&R, Jalan Penyelesaian Tomang IV Blok 85/21, Kav DKI Meruya Ilir, Jakarta Barat. [email protected] | (021) 5859328

CEK & RICEK
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
575/DP-Verifikasi/K/X/2020

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Headline
  • Berita
  • Pengetahuan
  • ENTERTAINMENT
  • Opini
© 2017-2026 Ceknricek.com Company. All rights reserved.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.