Rahayu Saraswati Djojohadikusumo : "Saya Serahkan ke Kakak Saya” (Bagian 2)

Category: Berita -> ISU UTAMA | Posted date: 2018-06-05 15:48:16 | Updated date: | Posted by: Ariful Hakim


Adik kandung Aryo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengaku sudah melaporkan peredaran video yang mirip kakaknya ke Kominfo. Rahayu mengatakan hal itu saat ditemui wartawan, Senin (28/5). Ia berharap Kominfo mengambil tindakan tegas terhadap peredaran vi




Ceknricek.com - Adik kandung Aryo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengaku sudah melaporkan peredaran video yang mirip kakaknya ke Kominfo. Rahayu mengatakan hal itu saat ditemui wartawan, Senin (28/5). Ia berharap Kominfo mengambil tindakan tegas terhadap peredaran video tidak senonoh itu. Soal apakah pihak keluarga akan menempuh langkah hukum, Rahayu belum memastikannya. "Saya serahkan ke kakak saya (Aryo)," kata Rahayu.

Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo yang biasa dipanggil Aryo Djojohadikusumo adalah putra sulung dari Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto. Sebagai generasi ketiga dari keluarga Djojohadikusumo, awalnya pria kelahiran Jakarta 25 April 1983 ini lebih memfokuskan diri dalam membangun bisnis keluarganya.

Baca : Inilah Sampah Digital Para Aktor Politik (Bagian 1)

Selepas menyelesaikan studi S1-nya di University of Durham, United Kingdom pada 2004, pria yang mengidolakan grup Arsenal ini tertarik untuk mengembangkan bisnisnya.

Bersama dengan teman-temannya yang memiliki kemampuan bisnis terbaik, Aryo membuka perusahaan yang diberi nama PT Karunia Tidar Abadi dengan dirinya sebagai direktur utama. Bisnisnya meliputi mobile advertising, trading, pertambangan, pertanian, dan perkebunan.

Baca : Irwan Martua: Skandal Seks Senjata Ampuh Serang Lawan (Bagian 3)

Pada 2008, Aryo melanjutkan S2-nya di Southeast Asian Studies, University of London School of Oriental and African Studies, United Kingdom dan Executive Program, Tsinghua School of Economics & Management di Beijing, China, pada 2012. Aryo yang pada awalnya fokus pada bisnis keluarganya, yaitu Grup Arsari ini dulunya bercita-cita sebagai arkeolog. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai meniti karier di dunia bisnis keluarganya dengan memegang beberapa jabatan komisaris di anak perusahaan Grup Arsari yang bergerak di beragam industri dari pertambangan, perkebunan, dantrading.

Baca : Sinta Melyati Meminta Pertanggungjawaban (Bagian 4)

Adapun Yayasan Arsari Djojohadikusumo yang dikelola Aryo cukup sering melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Salah satu program #UntukIndonesiaku yang membiayai sekolah seorang anak hingga jenjang S1.

Aktif di Politik

Ketertarikan Aryo pada dunia politik dimulai pada 2008. Keaktifan Aryo di Gerindra dimulai tahun 2010, dengan mendirikan organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) dan sampai sekarang masih menjadi Ketua Umum.  

Baca : Kasus Jalan di Tempat (Bagian 5)

Aryo dinyatakan resmi menjadi kader dari Gerindra pada 2010 dan menjabat sebagai Wakil Sekretariat Jenderal. Ia terpilih sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 dengan memperoleh 53.268 suara dari Dapil DKI Jakarta III. Aryo bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, riset, dan teknologi serta lingkungan hidup.

Di tengah kesibukannya, Aryo masih menjalani hobinya berkuda. Tak jarang ia melakukannya bersama sang paman yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Meski diakui Aryo, saat ini tidak mudah untuk bisa berkuda bersama mantan calon presiden itu.

Baca : Brigjen (Pol) Muhammad Iqbal: Kami Dahulukan Upaya Persuasif (Bagian 6)

"Agak susah bareng lagi karena beliau sibuk dan saya keliatannya juga akhir minggu harus ngejar banyak pekerjaan rumah (PR) di DPR," ujarnya seperti dikutip rmol.co.