Biasakan Tidak Pakai Plastik

Category: Pengetahuan -> IDE & MASA DEPAN | Posted date: 2018-06-05 13:51:16 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


HARI lingkungan sedunia yang diperingati setiap tanggal  5 Juni mengajak warga dunia untuk selalu menjaga planet bumi. Hari Lingkungan Hidup diperingati sejak tahun 1972 dan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB.



Ceknricek.com- HARI lingkungan sedunia yang diperingati setiap tanggal  5 Juni mengajak warga dunia untuk selalu menjaga planet bumi. Hari Lingkungan Hidup diperingati sejak tahun 1972 dan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB.

Tahun ini, Environment Day dalam instagram resminya @unenvireonment, mengusung tagline #BeatPlasticPollution. Maksud dari tagline tersebut adalah, mengajak orang-orang untuk berhenti memakai plastik sekali pakai.  Tidak perlu melakukan hal-hal yang sulit untuk menjaga bumi kita. Semua itu bisa dimulai dari aktivitas sehari- hari.

Dalam laman instagram @unenvironment menjelaskan, bahwa setiap tahunnya 5 miliar penduduk di dunia menggunkan kantong plastik, hal itu berarti sama dengan 10 juta plastik dalam setiap menitnya.

Aktivis lingkungan dari salah satu anggota Sea Soldier,  Megawati Sriayu Lestari  menuturkan kita bisa menolong bumi kita sendiri melalui aktivitas atau gerakan di luar hari lingkungan sedunia. “Kita bisa mengurangi menggunakan kantong plastik untuk membawa barang-barang belanjaan. Kita bisa menggantinya dengan reusable bag atau tas yang dapat dipakai berkali-kali dan banyak dijual murah,” katanya kepada Ceknricek.com.

Selain itu, Ega mulai meninggalkan kebiasaan membawa air minum menggunakan botol plastik. “Alangkah lebih baik jika kita menggunakan tumblr atau botol minuman yang tidak sekali pakai, selain lebih aman kita bisa jauh lebih hemat untuk tidak membeli air mineral kemasan setiap waktu,” ujarnya.  Lalu kita juga bisa menghilangkan kebiasaan untuk tidak menggunakan alat makan berbahan plastik sekali pakai contohnya sedotan, sendok, dan garpu. Itu semua bisa di ganti menggunakan bahan stainless atau bambu.

Ia menceritakan, pada Maret lalu, hal memalukan terjadi di lokasi wisata yang sudah sangat terkenal keindahan lautnya. Rich Horner seorang penyelam dari Inggris menemukan banyak sekali sampah plastik di dalam laut, tepatnya di Nusa Penida, Manta Point. Sangat di sayangkan hal ini terjadi, karena banyak orang berlibur ke alam namun merusak alam. Ega juga mengingatkan, “Perusak terbesar yang ada di bumi ini adalah manusianya sendiri. Tumbuhkan rasa cinta kita terhadap bumi, dengan begitu kita akan semakin berusaha untuk menjaga bumi.”

Maka, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, kita bisa melakukan perubahan- perubahan kecil yang dapat memberikan efek yang besar ke depannya untuk bumi kita satu-satunya. Karena bumi bukan titipan tapi warisan, maka pilihannya apakah akan mewariskan bumi yang bersih atau bumi dengan hamparan sampah-mana?

Seperti diketahui, Indonesia memiliki 10.000 komunitas yang tersebar di 24 provinsi. Mereka aktif dan peduli dalam penanggulangan sampah plastik atau menjaga kebersihan pesisir pantai, yang salah satu tujuannya menarik kunjungan wistawan domestik dan mancanegara.

Deputi IV Bidang Koordinator SDM, Iptek dan Kebudayaan Maritim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanudin, di Kuta, beberapa waktu lalu mengatakan, ribuan komunitas ini sebagai ujung tombak pelestarian lingkungan yang ada di masing-masing daerah.

Ia mengatakan, masing-masing komunitas jumlah anggotanya bisa mencapai 100-200 orang yang aktif peduli terhadap lingkungannya dan diharapkan jumlahnya terus bertambah.

Selain itu, pihaknya mendorong keberadaan komunitas ini dapat mengurangi sampah di perairan Indonesia hingga 70 persen, bahkan pemerintah pusat menargetkan pada 2025 untuk Indonesia bebas dari sampah plastik.

Berdasarkan data, Indonesia produksi sampah plastik 5,6 juta ton per tahun dan yang bisa digunakan kembali menjadi pupuk 3,3 juta ton, dapat didaur ulang kembali sekitar 1,6 juta dan sisanya 170.000 ton per tahun yang diperkirakan berada di mana-mana.  (Laporan: Upi)