Giliran Istri Najib Razak Diperiksa KPK Malaysia

Category: Berita -> INTERNASIONAL | Posted date: 2018-06-05 15:08:06 | Updated date: | Posted by: Admin


Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Datin Rosmah Mansor, tiba di kantor Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Putrajaya, Selasa (5/6). Rosma tiba di kantor KPK Malaysia itu terkait penyelidikan skandal SRC International Sdn Bhd, ana



Ceknricek.com - Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Datin Rosmah Mansor, tiba di kantor Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Putrajaya, Selasa (5/6). Rosma tiba di kantor KPK Malaysia itu terkait penyelidikan skandal SRC International Sdn Bhd, anak perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Rosmah tiba pukul 10.45 waktu setempat, mengenakan baju biru muda dan kerudung merah. Pada Jumat (1/6) SPRM telah menyerahkan surat kepada Rosmah Mansor untuk membantu penyelidikan terkait kasus SRC International Sdn Bhd. Pegawai SPRM datang ke kediaman Najib Razak di Jalan Langgak Duta, Taman Duta, untuk menyerahkan surat tersebut. Petugas kemudian membawa tas yang tidak diketahui isinya kira-kira jam 17.30 petang.

SRC International dibentuk tahun 2011 oleh pemerintahan Barisan Nasional dan merupakan satu unit dari 1MDB sebelum ditempatkan di bawah Kementerian Keuangan pada 2012.

Rosmah menjadi sorotan setelah polisi Malaysia menemukan ratusan tas tangan dan simpanan perhiasan dan uang tunai dalam penggeledahan di apartemen-apartemen yang terkait dengan Najib dan keluarganya.

Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan jumlah uang dari 35 di antara 72 tas yang dirampas dari kondominium Pavilion Residences di Jalan Raja Chulan Kuala Lumpur terkait Najib Razak sebanyak RM 114 juta.

Direktur Jabatan Siasatan Jenayah Komersil Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) Amar Singh mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak bank untuk menaksir nilai barang-barang sitaan.

Polisi masih menunggu ahli untuk menaksir nilai 37 tas lain yang berisi perhiasan dan barang-barang berharga lainnya yang dirampas pada Jumat (18/5/2018) tersebut.

Najib, yang dikalahkan oleh mentor yang kemudian menjadi pesaingnya Mahathir Mohamad dalam pemilihan umum, menjadi target penyelidikan perkara pencucian uang. Dia dan istrinya sudah dilarang meninggalkan Malaysia.

Bulan lalu Najib juga menyampaikan keterangan ke badan anti-korupsi Malaysia mengenai transfer mencurigakan senilai 10,6 juta dolar AS ke rekening banknya menurut siaran Channel News Asia.


Antara