Lampung Siapkan Penembak Jitu di Jalur Mudik

Category: Berita -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-06-05 15:30:34 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Polda Lampung menyiagakan sejumlah "sniper" atau penembak jitu di jalur mudik dan arus balik Lebaran 2018 untuk mengantsipasi kejahatan serta memberi rasa aman dan kenyamanan kepada pemudik. "Upaya ini merupakan dan tugas polisi untuk memberikan rasa aman



Ceknricek.com - Polda Lampung menyiagakan sejumlah "sniper" atau penembak jitu di jalur mudik dan arus balik Lebaran 2018 untuk mengantsipasi kejahatan serta memberi rasa aman dan kenyamanan kepada pemudik. "Upaya ini merupakan dan tugas polisi untuk memberikan rasa aman kepada pemudik saat melintasi jalur mudik dan balik Lebaran 2018, khususnya di Provinsi Lampung," kata Kapolda Lampung Irjen Polisi Suntana di Bandarlampung, Selasa (5/6).

Mengenai titik pengamanan yang dilakukan, Suntana belum dapat memberikan informasi secara menyeluruh."Kami bersama instansi terkait sudah melihat jalur di jalan lintas Sumatera. Sebagian geografis H-7 semua jalan sudah bagus, kecuali jembatan bailey di Kabupaten Lampung Barat itu baru H-2 bisa dipakai," katanya.

Sepanjang  jalan lintas timur Sumatera juga sudah didirikan sekitar 30 pos pengamanan yang tergabung dari berbagai instansi, termasuk disiapkan mobil derek. 

Sementara itu, 15 pos didirikan Polres Lampung Selatan. Pos didirikan di jumlah titik strategis meliputi bandara, pelabuhan, jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dan jalan lintas Timur (Jalintim) serta pintu exit jalan tol.

Pos yang didirikan terdiri dari satu pos terpadu di Pelabuhan Bakauheni, satu pos pelayanan di Bandara Radin Inten II, tiga pos pengamanan dan sepuluh pos pemantauan yang di sebar di sepanjang Jalinsum dan Jalintim.

Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Yuspita Ujang mengatakan jumlah anggota yang dilibatkan sebanyak 397 personel Polres Lampung Selatan yang akan di tempatkan di pos yang didirikan. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengamanan di jalan lintas timur Sumatera tak hanya dilakukan pada malam hari. ”Pengamanan itu bisa dilakukan paling tidak dua pekan sebelum dan setelah Lebaran,” ujarnya (2/6)

Ia jua menyoroti kepadatan di pelabuhan Merak, Banten. Kepadatan di Pelabuhan Merak umumnya terjadi karena sebagian besar pemudik menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada malam hari.

Mereka ingin tiba di Pelabuhan Bakauheni pada pagi hari. Para pemudik menganggap perjalanan saat hari sudah terang dinilai lebih aman dan nyaman dilakukan. Karena itu, kampanye pengamanan di Sumatera perlu dilakukan agar para pemudik tak khawatir tiba di Pelabuhan Merak pada pagi hingga sore hari.