Tantangan Marcelino Lefrandt Bermain di Film Santet 

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-06-06 15:52:28 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Marcelino Lefrandt selalu berusaha berakting maksimal pada setiap karakter yang diperankan olehnya. Seperti saat dirinya dipercaya sebagai pemeran utama bernama Rendy di film berjudul Santet. 



Ceknricek.com - Marcelino Lefrandt selalu berusaha berakting maksimal pada setiap karakter yang diperankan olehnya. Seperti saat dirinya dipercaya sebagai pemeran utama bernama Rendy di film berjudul Santet. 

Film garapan sutradara Helfi Kardit ini bergenre horor dengan balutan drama dan thriller, serta dibumbui action di dalamnya. 90% dialog film Santet menggunakan bahasa Inggris. Selain aktor Indonesia, film ini juga melibatkan pemain dari Filipina, Australia, dan Inggris.

Diceritakan pada film Santet, Marcelino Lefrandt merupakan suami dari Laura yang diperankan oleh Kelly Brook. Hampir seluruhnya berdialek Inggris, aktor berusia 43 tahun ini mengaku mengalami kesulitan.

"Tantangannya ini adalah film ini 90% berbahasa Inggris, karena istri saya yang diperankan oleh Kelly Brook, kita berdua harus benar-benar dilatih. Agar Inggrisnya tuh kita cari Inggris yang American, jadi saya Indonesia Inggris mencoha dialek Inggris Amerika, dan Kyle Brook yang British banget harus berdialek American," ucap Marcelino saat ditemui di Queens Head Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2018).

Adegan Action 

Selain dialek berbahasa Inggris, Marcelino Lefrandt juga dituntut beradegan action. Demi adegan yang natural dan memuaskan, pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara ini melakukannya sendiri, tidak menggunakan stuntman.

"Iya tidak pakai stuntman. Sebagai pengalaman ada beberapa aksinya memang begitu diadegan klimaksnya, harus saya sendiri yang mainin," kata Marcelino.

Mantan suami Dewi Rezer ini tidak memakai stuntman, selain untuk mendapatkan adegan yang diinginkan, juga karena pemeran pengganti yang seharusnya mengalami cedera. Ketika itu, proses syuting sudah mendekati rampung atau last minute.

"Sutradara juga meminta saya jadinya, kita syuting juga sudah tengah malam, cari pemeran pengganti enggak ada, akhirnya saya sendiri yang ngomong 'ya sudah saya aja deh, saya bisa kok. Gimana sih adegannya?'," cerita Marcelino menyakini sutradara.

Namun Marcelino Lefrandt menegaskan bahwa keputusan dirinya itu bukan karena nekad. Ayah dua anak ini sudah terlebih dulu mempelajari adegan yang akan dijalankan olehnya.

"Karena saya enggak mau melakukan itu hanya modal nekad aja, tapi harus mengerti adegannya juga dan juga perhitungan. Karena kalau kejadian apa-apa sama saya juga, syuting enggak akan selesai-selesai," ujarnya.

Setelah dipelajari dan dianalisa lebih lanjut dan dirasa aman olehnya, baru Marcelino Lefrandt berani melakoni adegan tersebut. Lagi pula, ia memang mengasuransikan jiwanya jika terjadi hal yang tak diinginkan.

"Kalau saya celaka masuk rumah sakit kan jadi terbuang percuma, jadi saya mencoba mempelajarinya, tapi  cuma satu adegan sih, saya terpaksa mereplace stuntman, adegan lainnya saya harus latihan. Dari proses reading-nya, workshop-nya, saya memang sudah pelajarin. Saya sudah tahu saya akan nabrak ini itu, jadi harus di sini, karena kalau miss, akan kena ini itu," tutup Marcelino Lefrandt.