Alasan Raisa Selalu Menunggu Momen Lebaran

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-06-14 10:00:51 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Ceknricek.com - Nama Raisa Andriana masih tetap harum di industri musik Tanah Air. Meski banyak penyanyi pendatang baru berdatangan, ia mampu mempertahankan eksistensinya lewat karya.



Ceknricek.com - Nama Raisa Andriana masih tetap harum di industri musik Tanah Air. Meski banyak penyanyi pendatang baru berdatangan, ia mampu mempertahankan eksistensinya lewat karya.

Pelantun Mantan Terindah ini sibuk manggung off air di acara-acara pentas seni, konser maupun gathering. Walaupun semenjak menikah dengan Hamish Daud pada 3 September 2017 lalu, juga memasuki bulan Ramadan, jadwal Raisa tak sepadat seperti sebelumnya.

Meski begitu, Raisa merasa kurang waktu bersama kedua orangtua, khususnya ibunda tercinta, Ria Mariaty. Makanya, penyanyi berusia 27 tahun ini berencana menghabiskan libur dan momen Lebaran dengan keluarga.

Bagi pemilik album Handmade ini, suasana Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang selalu ditunggu olehnya. Ada tradisi yang tak pernah terlewatkan di keluarga Raisa setiap tahunnya.

"Itu yang ditunggu-tunggu sih. Karena rasa hangatnya, warnanya, bau-bau dari dapur itu. Itu Lebaran banget. Itu ditunggu-tunggu banget. Keluarga aku punya kebiasaan ya habis salat Ied, sampai rumah kita berempat buat barisan terus pelukan, maaf-maafan, nangis-nangisan. Itu setiap Idul Fitri begitu," ucap Raisa saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Introvert

Walaupun kini Raisa merupakan figur publik, tapi rekan duet Isyana Sarasvati pada lagu Anganku Anganmu ini mengaku pribadi yang introvert atau sulit membuka diri dengan orang yang baru dikenal, apalagi langsung akrab. Raisa menganggap jika sosok ibu adalah orang terdekat dalam hidupnya.

Pemain film Terjebak Nostalgia ini jarang sekali menceritakan hal pribadi kepada orang lain. Tapi ketika duduk bersama ibunya, Raisa tak sungkan mengungkapkan hal yang dirasakan olehnya, suka maupun duka, sampai ke akar.

"Jadi Ibu adalah sahabat pertama aku. Dia orang yang paling aku percaya untuk semua rahasia. Dia tidak pernah nge-judge dan aku nyaman banget sama dia. Dari dulu sampai sekarang. Itu tidak pernah berubah, ibu itu sesederhana dan sekompleks sahabat aku," urai Raisa.

Sebagaimana hubungan antara orangtua ke anak, Raisa pun mendapat wejangan dari wanita yang melahirkannya ke dunia itu. Ibundanya selalu memberi dukungan penuh terhadap apa yang ingin dilakukan olehnya. Orang yang menguatkan dan memotivasi Raisa disaat ia ragu.

"Ibu aku tuh dari dulu ngomong 'jangan bilang enggak bisa dulu. Coba dulu'. Aku perfectionist kalau sekali enggak bagus berarti bukan buat aku, tapi ibu selalu mengingatkan," kata Raisa.

"Dulu kesel tapi pas gede ya hidup memang seperti itu ya. Itu selalu aku pegang sih," tutup Raisa Andriana tersenyum simpul.