Review Film Kuntilanak: Ketegangan dan Pesan Tersirat

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-06-08 15:58:06 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Anjas (Naufal Ho) sedang bermain mobil remot kontrol di rumahnya pada malam hari. Mobil tersebut mengarah ke kamar mendiang ibundanya. Suasana mencekam begitu terasa dengan suara guyuran hujan deras dan sambaran petir yang kencang.  



Ceknricek.com - Anjas (Naufal Ho) sedang bermain mobil remot kontrol di rumahnya pada malam hari. Mobil tersebut mengarah ke kamar mendiang ibundanya. Suasana mencekam begitu terasa dengan suara guyuran hujan deras dan sambaran petir yang kencang.

Kamera tiba-tiba menyorot ke arah cermin besar yang tertutup kain putih. Efek suara pun membuat penonton tegang. Apalagi di rumah besar tersebut hanya dihuni oleh Anjas dan ayahnya, Lukman (Aqi Singgih Alexa). 

Anjas mendapat teguran keras dari sang ayah yang gemar minum minuman beralkohol. Lukman meminta agar Anjas tidak bermain tengah malam dan tidak memanggil nama ibunya lagi yang sudah meninggal. 

Anjas sedih dan menghampiri kamar ibunya lalu melihat sosok mendiang ibu di bangku rias, tepat di depan cermin besar kuno tersebut. Ternyata penampakan ibunya itu adalah jelmaan kuntilanak, yang memeluk tubuh Anjaa lalu membawanya ke dimensi lain, lewat medium cermin tersebut. 

Ya, sepenggal cerita di atas merupakan babak awal film Kuntilanak garapan sutradara Rizal Mantovani. Film yang membuat penontonnya seperti naik roller coaster lewat adegan menyeramkan, menegangkan, dan menggelitik. 

Anak-anak

Film Kuntilanak produksi MVP Pictures ini menyajikan plot berbeda dari film terdahulu. 5 anak-anak menjadi tokoh sentral yang diteror oleh kuntilanak. Mereka adalah Kresna (Andryan Sulaiman), Dinda (Sandrinna Michelle), Panji (Adly Fahrezy), Miki (Ali Fikri), dan Clara Brosnan (Clara Brosnan). 

Kelima anak ini adalah anak tiri Dona (Nena Rosier) yang diambil dari panti asuhan. Mereka tinggal di sebuah rumah gedong yang kuno. Sepeninggal Dona ke San Francisco selama tiga pekan, mereka dijaga oleh Lydia (Aurelie Moeremans) dan kekasihnya, Glen (Fero Walandouw). 

Glen, pembawa acara reality show yang mengulas tentang alam gaib membawa petaka untuk anak-anak Dona, serta Lydia. Glen membawa cermin kuno yang mistis ke rumah sebagai hadiah kejutan untuk Dona, jika nanti sudah pulang dari San Francisco. Dari situ, konflik mulai terjadi.

Tokoh anak-anak di sini memberi suasana baru untuk perfilman horor Tanah Air, yang biasanya menggandeng pemain dewasa. Berbeda pula dengan film Kuntilanak 2006 lalu, ketika Julie Estelle berperan sebagai Samantha.

Kelima anak hasil casting dan pertimbangan alot dari tim film Kuntilanak membuat film ini memiliki nilai jual tersendiri. Kepolosan ekspresi, tingkah laku, dialog yang tersaji antar karakter sangat menghibur.

Di tengah suasana horor, celetukan-celetukan yang terlontar, apalagi dari si bungsu, Ambar sukses mengocok perut penonton. Terlebih ekspresinya yang menggemaskan dan seolah tidak bersalah dengan apa yang diucapkan. 

Anak-anak di film ini juga untuk mengembalikan cerita kuntilanak yang gemar menculik anak kecil. Apalagi anak yang haus kasih sayang orang tua. 

Pesan Tersirat

Keberhasilan film Kuntilanak tak terlepas dari peran penting sang penulis skenario, Alim Sudio. Penulis kawakan yang berhasil lewat sejumlah film berbagai genre. Pada tahun ini saja ada tiga film horor yang digarap olehnya. Selain Kuntilanak, ada juga Nini Thowok dan Rasuk. 

Alim Sudio menjadikan Kuntilanak sebagai family movie. Lewat beberapa dialognya, ia menyiratkan pesan kepada penonton. Seperti keluarga adalah segalanya, keluarga harus saling menjaga dan menyayangi satu sama lain kerap kali terdengar pada film berdurasi 105 menit itu. 

Secara tidak langsung, film ini juga berpesan untuk selalu menyayangi orang tua. Karena kalau tidak kuntilanak siap menculik. 

Alim Sudio beserta tim juga sukses menghadirkan sosok kuntilanak dalam film secara pas. Seram, menakutkan dan kemunculannya membuat penonton menutup mata mereka. Kuntilanak di sini ada beberapa sosok, salah satunya berpakaian kebaya Jawa, lengkap dengan konde dan aksesorisnya. Tembang Jawa atau sinden yang khas pada film Kuntilanak pun kembali hadir di film ini. 

Alim Sudio menyajikan plot film secara apik dan membuat penonton tidak bosan, lewat konflik dan klimaks maupun anti klimaks. Penasaran dengan film Kuntilanak? Film 13 tahun ke atas ini mulai tayang di bioskop pada hari Lebaran, 15 Juni 2018.