Empat Kali Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, Apa Manfaatnya Bagi RI?

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-09 18:42:54 | Updated date: | Posted by: Admin


Ceknricek.com - Indonesia untuk keempatkalinya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Jumat (8/6). Indonesia terpilih untuk periode 2019-2020.



Ceknricek.com - Indonesia untuk keempatkalinya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Jumat (8/6). Indonesia terpilih untuk periode 2019-2020.

Lalu apa manfaatnya bagi Indonesia? Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, mengatakan manfaat terpilih jadi anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia dapat beperan aktif menjaga perdamain dunia.

"Sesuai amanat konstitusi, Indonesia bisa lebih aktif dalam turut menjaga perdamaian dunia," ujar Hikmahanto Juwana di Jakarta, Sabtu (9/6).

Selain itu, bila memperjuangkan suatu isu, semisal kemerdekaan Palestina, Indonesia bisa langsung menyampaikan gagasan dan ide dalam sidang DK PBB.

"Bila tidak sebagai anggota Indonesia harus melobi negara yang menjadi anggota," kata dia kepada Antara.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020 melalui pemungutan suara (voting) di Majelis Umum PBB, Jumat (8/6). Indonesia mengalahkan Maladewa dengan perolehan 144 suara dari 190 negara.

Ini merupakan keempatkalinya Indonesia jadi anggota tidak tetap DK PBB, masing-masing dua kali masa Presiden Soeharto 1973-1974 dan 1995-1996), sekali masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2007-2008), dan saat ini.

Dalam sidang Majelis Umum PBB, Jumat,  Indonesia terpilih mewakili kawasan Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan berakhir pada akhir 2018.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melalui konferensi video menyatakan,  setelah terpilih, Indonesia akan resmi mengisi kursi DK PBB tersebut terhitung 1 Januari 2019.

"Melalui proses pemilihan tertutup di Majelis Umum PBB, Indonesia berhasil meraih 144 suara," ujar Menlu Retno.

Menlu Retno Marsudi menyampaikan empat prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB, di antaranya melanjutkan kontribusi untuk upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Upaya tersebut akan dilakukan pemerintah Indonesia dengan memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global, dengan mendorong kebiasaan berdialog (habits of dialogue) dan penyelesaian konflik secara damai.

Prioritas kedua Indonesia di DK PBB adalah membangun sinergitas antara organisasi-organisasi regional dan PBB untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Prioritas ketiga Indonesia selama menjadi anggota DK PBB adalah upaya untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi terorisme, ekstremisme dan radikalisme.

Selanjutnya, prioritas keempat Indonesia di DK PB adalah menyinergikan upaya penciptaan perdamaian dengan upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Roy Suryo di Jakarta, Sabtu, menghargai keterpilihan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

"Saya mengapresiasi upaya pemerintah, namun ini bukan yang pertama kali bagi Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, karena dulu juga menjadi Anggota dan ini yang keempat kali," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Dewan Keamanan PBB terdiri atas 15 negara anggota, yang terbagi menjadi lima negara anggota tetap, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China dan Rusia, serta 10 negara anggota tidak tetap.