Mahathir: Bersahabat dengan China, Tapi Tidak Berutang

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-11 22:03:18 | Updated date: | Posted by: Asro Rokan


Pemerintah Malaysia memiliki prinsip berhubungan dengan China: Tetap bersahabat, namun tidak mau berutang



Ceknricek.com -- Pemerintah Malaysia memiliki prinsip berhubungan dengan China: Tetap bersahabat, namun tidak mau berutang.

“China meminjamkan uang ke banyak negara, kami berteman dengan China tetapi tidak ingin berutang kepada China," kata Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad kepada wartawan di Tokyo, Senin (11/6).

Mahathir yang baru terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia, memilih kunjungan perdananya ke Jepang. Di Jepang, selain bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe, Mahathir juga menghadiri The 24th International Conference on the Future of Asia. Dalam jamuan makan malam, hadir antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pemerintah Malaysia, kata Mahathir, akan merevisi proyek yang melibatkan China di Malaysia. “Kami ingin tetap berteman, tetapi tidak mau berhutang budi pada China sebagai kekuatan ekonomi,” tegas Mahathir Mohamad.

Menurut Mahathir, sejak kunjungan pertama Perdana Menteri Malaysia (ketika itu PM Tun Abdul Razak) ke China, Malaysia telah mempertahankan hubungan baik dengan China. “Kebijakan kami adalah tetap berteman dengan China," katanya pada dialog di Jepang National Press Club, seperti dikutip Berita Harian Malaysia.

Mengenai proyek-proyek China dalam skema One-Road One Path (OBOR), Mahathir dengan tegas mengatakan,” Mereka dapat mengembangkan (proyek), tetapi kami tidak akan mengizinkan mereka membawa pekerjaannya tinggal di negara kami."

Mahathir juga menunjukkan bahwa Malaysia memiliki hak untuk melarang masuknya orang asing dan untuk mengatasi masalah jika rencana tersebut dilanjutkan.

Kedatangan Mahathir ke Jepang dalam kunjungan pertamanya, memberi isyarat bahwa Malaysia akan melepaskan ketergantungan pada investasi China. Begitu tiba di Jepang, Ahad (10/6), Mahathir langsung bertemu investor Jepang dan menawarkan transaksi bisnis.

Pengamat dari Institute of Strategic and International Studies, Shahriman Lockman kepada Reuters

mengatakan, pemerintah Najib Razak tetap melibatkan Jepang, namun tidak seantuas hubungan dengan China.


Pemerintah sebelumnya mungkin melibatkan Jepang, tetapi tidak dengan antusiasme yang sama dengan Cina." Mahathir memilih untuk menghadiri konferensi di Jepang, ini mengindikasikan Malaysia berupaya memperbaiki hubungan dengan Jepang," kata Shahriman.

Dua pekan lalu, Mahathir telah menyampaikan rencananya untuk membatalkan proyek kereta api cepat kerja sama dengan China.